Cari Blog Ini

Memuat...

Selasa, 23 Desember 2014

Bertualang di Jepang bersama Willer


sumber: dimo.jp

Salah satu cara murah untuk melakukan perjalanan antar kota di Jepang adalah dengan Bus. Nah, yang paling murah dan gampang dipesan adalah Willer bus. Bus yang satu ini melayani lebih dari 20 rute antar kota di Jepang. Rute yang paling populer antara lain Tokyo-Osaka-Kyoto, Tokyo-Aomori, Kyoto - Hiroshima. Bus ini memiliki bermacam-macam tipe yang berbeda dilihat dari fasilitas yang dimiliki. Tiket yang paling mahal biasanya untuk bus yang memiliki fasilitas paling lengkap seperti tipe New Premium Single dengan fasilitas kursi yang cukup lebar, WiFi, stop kontak, selimut. Harga tiketnya berkisar 2 sampai 3 kali lebih mahal dari bus tipe Standard.

Cara untuk membeli tiket bus ini adalah melalui internet (www.willerexpress.com) atau telephone dengan metode pembayaran kartu kredit atau lewat convenience store.

Walaupun terkadang ada promosi last minute discount, yaitu apabila jadwal keberangkatan kurang dari 7 hari, harga tiket didiskon, tapi sangat disarankan bagi pejalan yang berkelompok (grup)  untuk membeli jauh - jauh hari untuk mengurangi resiko kehabisan tiket. Reservasi dibuka 3 bulan sebelum keberangkatan.

Satu trik yang sering aku lakukan untuk mendapatkan harga terbaik dan berhemat adalah membeli tiket untuk keberangkatan di hari kerja yang biasanya lebih murah dari pada akhir pekan dan memilih bus overnight. Walaupun bus yang berangkat malam hari lebih mahal dari pada bus siang, tapi sebenarnya lebih irit karena tidak perlu mengeluarkan biaya untuk penginapan.   

Berikut aku coba jabarkan cara reservasi online willerbus.

1. Buka laman www.willerexpress.com. Masukkan data reservasi seperti origin (asal) dan destination (tujuan), departure date (tanggal keberangkatan), number of passanger (jumlah penumpang). Kemudian klik tombol Search.



























2. Di Halaman "Select Bus", pilih bus sesuai dengan fasilitas yang diinginkan dan perhatikan jam keberangkatannya. Secara garis besar terdapat 2 waktu keberangkatan, day time (siang hari) dan overnight (malam hari). Setelah memilih, klik tombol "select".



3.  Laman selanjutnya adalah "Select Route Portion/ Number of Passager". Di laman ini, pilih lokasi naik bus dan turun bus. Kalau untuk Tokyo, aku lebih condong pilih WBT Shinjuku, karena cukup mudah untuk ditemukan, dan area menunggunya cukup memadai. Kemudian pilih jumlah penumpang, apakah dewasa, pelajar atau bayi. Kemudian pilih Next



4.  Kemudian pilih tipe tiketnya dengan mengklik "Select".

5. Kadang terdapat pilihan paket wisata di kota tujuan. Contohnya pada reservasi di bawah terdapat paket wisata Osaka Castle 3D mapping. Jika tidak berminat, langsung saja klik tombol "forward without option".


6.  Di laman konfirmasi ini, periksa sekali lagi detail pemesanan, terutama tanggal, tipe bus, jumlah penumpang dan harga. Apabila sudah sesuai klik tombol "add to shopping chart".



7. Klik tombol "reserve".


8. Masukkan semua data yang diperlukan dan harus sesuai dengan identitas di paspor. Khusus untuk nomor telepon, tidak bisa menggunakan nomer Indonesia. Biasanya aku menyantumkan nomor penginapan di kota keberangkatan. Kemudian, isi data penumpang. Apabila terdapat lebih dari satu penumpang, masukkan semua nama penumpang. Selanjutnya masukkan alamat email aktif. Email ini nantinya diperlukan untuk pengiriman konfirmasi reservasi. Apabila ingin mengirimkan ke lebih dari satu nomor telepon.



9. Selanjutnya adalah pilih cara pembayaran melalui kartu kredit maupun Lawson. Kali ini aku pilih menggunakan lawson.

10. Pemesanan selesai.Konfirmasi reservasi akan dikirim ke email yang dituliskan sebelumnya.

Email konfirmasi pemesanan

---
CARA PEMBAYARAN LEWAT LOPPI DI LAWSON


Semoga berguna ^_^

Kalau ada pertanyaan, silahkan post komentar di bawah. Arigatou :) 


Selasa, 02 Desember 2014

Menjelajah Dunia Dengan E-Paspor




Pergi ke Jepang!!!, kata Ardan dengan wajah sumringah.
“Kok bisa? Bukannya buat visa Jepang itu susah. Harus punya uang berpuluh – puluh juta, syaratnya banyak pula.”, ucap Arrafi terheran-heran.
“Sekarang nggak masalah, kan aku pakai e-paspor. Kalau pakai ini, Jepang kasih bebas visa. Nggak perlu syarat apa-apa. Coba aja bikin e-paspor. Jangan pakai calo, gampang kok.”
“Masak sih. Kok aku baru dengar soal e-paspor ini ya? Besok deh aku coba.”

Ilustrasi di atas menggambarkan bahwa berkeliling dunia seringkali hanya mimpi bagi pemegang paspor Republik Indonesia karena selama ini belum banyak diakui keamanannya oleh banyak negara tapi dengan adanya e-paspor, pintu dunia semoga terbuka.
Mayoritas negara lain belum menaruh rasa percaya terhadap keamanan Paspor Republik Indonesia. Hal ini cukup dimaklumi dikarenakan kualitas paspor biasa Republik Indonesia yang kurang. Data nomor Paspor, foto wajah, nama, tanggal lahir, masa berlaku, tempat penerbitan pada data page yang bisa dihapus dan diganti karena masih menggunakan pencetakan inkjet yang banyak tersedia di pasaran, gampang rusak apabila terkena air, dan lembar kertas yang tipis. Beberapa kasus yang mencuat adalah ketika Gayus Tambunan yang berhasil melarikan diri ke luar negeri dengan menggunakan paspor asli  namun telah diubah data pada lembar identitasnya, kemuadian juga kasus Tenaga Kerja Indonesia di Jeddah yang menggunakan paspor palsu untuk mencari kerja. Desain paspor yang kurang menarik juga sering menjadi keluhan.
Oleh karena itu, Direktorat Jenderal Imigrasi melalui Kantor Imigrasi, sejak 26 Januari 2010 sesuai dengan standar ICAO (international Civil Aviation Organization) yang telah diakui dunia, menerbitkan paspor elektronik atau yang lebih dikenal dengan e-passpor. 9 (sembilan) kantor imigrasi yang sudah dapat melayani pembuatan paspor jenis ini adalah Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Barat, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Selatan, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno-Hatta, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam, Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat, Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur, Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Priok, Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Utara.
Beberapa waktu belakangan terdengar kabar bahwa Negara jepang yang mulai pada awal Desember 2014 nanti memberikan fasilias bebas visa kunjungan wisata selama 15 (lima belas) hari bagi pemegang e-paspor Republik Indonesia dengan mendaftarkan paspor tersebut ke Kedutaan Besar Caranya hanya mendaftarkan e-paspor yang mau digunakan.
Berita ini cukup gencar di media cetak maupun elektronik apalagi di komunitas para pejalan dan penggemar hal – hal Jepang. Sangat menggembirakan tentunya, karena negara matahari terbit ini terkenal cukup susah mengabulkan permohonan visa. Salah satu alasan mengapa pemerintah Jepang mulai terbuka adalah karena pemerintah Indonesia mampu menyakinkan bahwa e-paspor Republik Indonesia sudah sangat aman dan sulit untuk dipalsukan. Pengaruh dari berita ini adalah masyarakat mulai bertanya - tanya apakah paspor elektronik itu. Mereka ingin tahu apakah sama dengan paspor yang mereka miliki sekarang atau berbeda dan apakah dapat diperolah di seluruh kantor imigrasi di seluruh Indonesia. Mereka mendatangi kantor imigrasi terdekat namun sayangnya sebagian besar petugas imigrasi sendiri belum paham mengenai e-paspor dan ketika mencoba mencari informasi di internet, belum ada referensi yang mampu menjawab tuntas pertanyaan mereka. Cukup mengagetkan memang, mengingat sudah lebih dari 4 tahun yang lalu, e-Paspor sudah tersedia. Hal ini membuktikan bahwa dokumen keimigrasian yang satu ini memang belum tersosialisasi dengan baik petugas imigrasi maupun  ke masyarakat.
Sebenarnya cara untuk mengajukan paspor elektronik sama dengan paspor biasa dan bisa dilakukan secara online melalui www.imigrasi.com ataupun datang langsung ke Kantor Imigrasi tertentu. Namun dikarenakan kapasitas penerbitan paspor di kantor imigrasi yang terbatas (sistem  kuota). Sangat disarankan untuk mengajukan secara online.  Dan apabila telah memiliki paspor biasa yang belum habis masa berlakunya, masyarakat dapat mengajukan permohonan pengantian e-paspor  tersebut.
Perbedaan paspor biasa dan e-paspor yang diterbitkan pemerintah Indonesia terletak pada tiga hal utama, yaitu harga, fitur keamanan dan fasilitas keimigrasian yang diperoleh. Mengenai harga, paspor biasa hanya dibanderol dengan harga Rp. 355.000 sedangkan yang elektronik seharga Rp. 655.000. Kedua, perbedaan mendasar adallah pada fitur pengamannya yang pada e-paspor tersebut tertanam chip yang memuat data personal pada paspor elektronik sedangkan di paspor biasa tidak sehingga e-paspor tidak mudah untuk dipalsukan. Terakhir, para pemegang e-paspor dapat menggunakan fasilitas auto gate di Bandara Soekarno Hatta tanpa perlu melewati antrian Imigrasi yang terkadang cukup panjang. Namun kelebihan ini belum cukup membuat masyarakat melirik paspor elektronik dikarenakan pertimbangan selisih harga yang cukup tinggi yaitu Rp. 300.000 namun tidak disertai nilai tambah yang signifikan.
Demi peningkatan pelayanan publik dan kualitas dokumen keimigrasian,  e-paspor, pada akhir Oktober 2015, akan mengguunakan beberapa fitur yang lebih canggih. Yang pertama, material pada data page yang sebelumnya menggunakan media kertas yang sama dengan kertas isi (visa page), beralih menggunakan Polycarbonate yang memiliki kelebihan seperti data sulit dipalsukan, kualitas hasil cetakan lebih tajam, lebih tahan terhadap air (water proof), dan memiliki tingkat kekakuan yang cukup untuk memudahkan pembacaan MRZ (alat pembaca paspor) dengan metode swipe. Kedua adalah Pencetakan Keamanan (security printing) sesuai standar ICAO yaitu pada bagian latar belakang data page meliputi guilloche, rainbow printing, microprinted text, anti-scan pattern. Bagian tinta meliputi UV fluorescent ink, color-shifting ink. Yang selanjutnya adalah untuk melindungi terhadap duplikasi, pemalsuan atau perubahan (protection against copying, counterfeiting or fraudulent alteration); digunakanoptically variable feature technology atau yang sejenis seperti seal OVD (Optical Variable Device) yang teritegrasi secara fisik dengan material pembentuk data page sehingga mudah pengindetifikasian secara visual oleh pemeriksa. Yang terakhir adalah teknik-teknik data page polycarbonate menggunakan teknologi laser engraving guna mencegah perubahan identitas pada data page. Metoda penambahan foto pemegang (additional portrait image (s) of holder) pada bagian lain di data page polycarbonate menggunakan teknologi efek 3 dimensi dan micro laser perforation (image perforation). Metoda pencegahan penggantian data page polycarbonate secara keseluruhan dengan menggunakan teknologi  penggunaan laser perforated security feature pada data page.
Dengan semakin meningatnya nilai tambah (value added) dalam e-paspor yang sesuai dengan standar ICAO maka dikemudian hari banyak negara yang akan memberikan faslitas bebas visa atau setidaknya kemudahan – kemudahan dalam pengurusan visa yang dirasa sangat sulit karena tingkat kepercayaan internasional pada kualitas paspor Republik Indonesia.
Untuk saat ini, sosialisasi e-paspor sangat diperlukan baik kepada petugas imigrasi maupun masyarakat umum. Beberapa cara yang dapat ditempuh antara lain dengan memberikan pembekalan pada petugas imigrasi tidak hanya di kantor imigrasi yang memiliki layanan penerbitan e-paspor namun juga di kantor imigrasi yang belum memiliki layanan tersebut karena mereka merupakan orang-orang yang langsung bersinggungan dengan masyarakat. Selanjutnya para petugas imigrasi yang telah teredukasi tersebut senantiasa menginformasikan kepada para pemohon yang datang langsung ke kantor imigrasi bahwa sekarang terdapat dua pillihan paspor, yaitu paspor biasa dan e-paspor.
Dengan kualitas yang lebih baik, fitur keamanan yang lebih mumpuni, dan informasi yang terang benderang, tidak akan lama lagi negara selain Jepang akan membuka pintunya. Dengan memiliki e-paspor, tidak hanya data kita lebih terjamin keamanannya, namun buku hijau yang diakui negara lain ini pastinya memudahkan perjalanan kita. Dengan e-paspor, warga Indonesia bisa menembus garis batas dunia.



Senin, 01 Desember 2014

Paspor Elektronik via Online

Sebenarnya pembuatan paspor bisa lewat online maupun datang langsung (walk in). Tapi kalau aku lebih pilih online, karena kuota pemohon online lebih besar dari pada yang langsung pada setiap kantor imigrasi.

Berikut langkah - langkah pembuatan paspor elektronik secara online:

1. Buka website http://www.imigrasi.go.id/ dan pilih "Layanan Paspor Online"




2.  Kemudian pilih "Pra Permohonan Personal"


3. Masuk ke halaman Informasi Pemohon, dan input data pemohon
  • Pilih Jenis Permohonan yang diinginkan. Apabila belum pernah memiliki paspor pilih Baru-Paspor Biasa, apabila sudah memiliki paspor biasa namun masa berlaku kurang dari 6 bulan pilih Penggantian Habis Berlaku, apabila sudah memiliki paspor biasa tapi berlakunya masih lama pilih Penggantian Halaman Penuh 
  • Isi No.Paspor Lama ( contoh : P123456 ), jika jenis permohonan adalah Perpanjangan/Penggantian Paspor atau Perubahan.
  • Isi Jenis Paspor dengan Epaspor 48
  • Pilih lokasi Kantor Imigrasi yang akan didatangi. 
  • Perhatikan tanda ‘*’ dimana berarti field data tersebut harus diisi. Pastikan e-mail yang dimasukkan adalah e-mail aktif.
  • Tekan tombol ‘Lanjut’.

4. Masuk ke halaman Informasi Pemohon. Input Data Alamat Pemohon. Isi semua data dan klik lanjut.

5. Selanjutnya pilih metode pembayaran : Bank BNI ATM/ Teller. Kemudian masukkan kode di bawah dan klik tombol OK.

6. Kemudian akan muncul halaman di bawah ini.


7. Slip pengantar pembayaran akan dikirimkan melalui email. Segera cetak lampiran email dan bayar pada tempat yang ditentukan. 




8. Bukti pembayaran di bank.

9. Selanjutnya klik link yang ada di email verifikasi, dan halaman verifikasi klik tombol lanjut. kemudian akan muncul halaman konfirmasi tanggal kedatangan. Pada laman ini isi No Jurnal Bank dengan kode pada lembar pembayaran. Kemudian pilih tanggal sesuai keinginan dan jangan lupa masukkan kode dengan benar. Setelah itu klik tombol lanjut.

10. Pemohonan paspor online selesai dan pemohon akan mendapatkan email konfirmasi dan harap di cetak dan bawa semua persyaratan ke kantor imigrasi yang dimaksud.

selamat mencoba :)