Dreamy Backpacker

Jumat, 18 Maret 2016

Live Blog : Solo Backpacking in A Shoestring Budget (Japan - Korea 2016)

Rabu, 24 Februari 2016

Detail Pengeluaran Solo Backpacking Dreamy di Korea Selatan

Berikut detail pengeluaranku ketika melakukan perjalanan di Korea Selatan pada bulan Mei 2015 dengan rute Seoul - Nami - Busan- Jeju- Seoul selama 6 hari 4 malam. 


Rabu, 17 Februari 2016

Apply Visa Wisata Korea : Ngeri Ngeri Yang Berakhir Sedap


Penantian itu memang melelahkan jiwa raga.

Itulah yang aku rasakan ketika pertama kali mengajukan permohonan visa Korea Selatan pada bulan April 2015.

Biasanya aku apply visa 2 bulan sebelum keberangkatan tapi karena bulan April, aku mengadakan trip ke Jepang dan baru pulang tanggal 19 April. Waktuku yang sangat mepet untuk mempersiapkan visa. Jadwal keberangkatanku ke Korea 08 Mei 2015.

Pertama - tama adalah melengkapi persyaratan visanya. Oiya karena aku niatnya jalan - jalan, dari  15 jenis visa Korea yang ada, tipe Visa Kunjungan Wisata dan Wisata Keluarga yang paling tepat. Dan berdasarkan informasi di web resmi kedutaan Korea, persyaratannya antara lain:

Sabtu, 13 Februari 2016

Saatnya Dreamy Bercerita Perjalanannya di Korea Selatan


sumberr: themeltingpost.com


Put your expectation behind, then you’ll be gladly surprise.

“Annyonghaseyo”

Satu dari segelintir kata dalam bahasa Korea yang aku mengerti. 
---

Perjalanan ke Korea Selatanku sebenarnya dimulai  sejak bulan September 2014 itu, di Garuda Travel Fair, tepatnya di depan pegawai stan Golden Rama, aku memutuskan untuk melakukan perjalanan yang sebenarnya hampir tak pernah menjadi daftar negara yang ingin aku kunjungi sebelumnya. Tiket Garuda Indonesia untuk bulan Mei 2015 dengan rute Jakarta – Seoul PP dengan harga Rp. 5.2 juta rupiah. Harga yang menurutku sangat murah untuk maskapai sekelas Garuda. Bandingkan saja dengan AirAsia yang notabene adalah Low Cost Carrier, tiket dengan rute yang sama paling murah sekitar 4 jutaan dan itupun harus transit di Kuala Lumpur atau Bangkok. Belum lagi jika menambah bagasi, bisa -  bisa jadi lebih dari 5 juta. Dengan Garuda, penerbangan langsung dan sudah lengkap dengan bagasi 30 kilo plus bisa nonton film di pesawat.

Spontanitas. Salah satu bekal utamaku dalam melakukan perjalanan. Kadang orang beranggapan bahwa aku terlalu nekad, ambil resiko yang begitu tinggi. Tapi yang perlu dicatat adalah walaupun spontan namun setiap perjalananku sebenarnya memiliki hitung – hitungan yang matang. Berapa cuti yang aku punya, berapa budget yang harus aku siapkan, itinerary-nya kemana saja dan yang paling penting kenapa aku ke negara atau tempat itu.

Korea Selatan, walaupun aku sangat menggemari variety shownya semacam Infinity Challenge dan Running Man, drama korea dan tentu saja K-Pop, tapi hampir tidak terbesit untuk mengunjungi negara ginseng ini. Tapi sejak menulis di blog tentang Jepang dan membuat open trip kesana, banyak orang yang meminta untuk dibuat open trip ke Korea. Dan apabila membuat open trip ke suatu negara tertentu, aku harus mengunjungi negara tersebut terlebih dahulu.

Di perjalanan ini aku hanya memiliki waktu 6 hari penuh di Korea dan aku sudah memiliki destinasi yang wajib aku kunjungi yang terletak di kota yang saling berjauhan. Tujuan utamaku adalah Pulau Nami, Kpop live di Dongdaemun (Seoul), Gamcheon Mural Village di Busan dan Pulau Jeju. Ibaratnya kalau di Indonesia, dalam 6 hari aku ingin ke Jakarta, Pulau Seribu, Jogjakarta dan Bali. Jadi aku harus mengatur waktu dengan sangat tepat dengan budget yang sangat terbatas.

Dan di sinilah aku sekarang, alone but not lonely menghirup udara di kota yang menyajikan sejuta mimpi bagi penggilanya. Seoul.

----

Dan ternyata ini menjadi salah satu perjalananku yang berkesan.



--bersambung--

Senin, 28 Desember 2015

Dreamy's Review: Internet : B-Mobile Visitor SIM


Awalnya aku agak ragu memesan SIM Card lewat online. Tapi karena kebutuhan, mau tidak mau aku memesannya dan meminta untuk dikirim langsung ke hostel tempat aku menginap nanti di Tokyo. Sekedar informasi, sebelum memesannya, pastikan kepada pihak hotel terlebih dahulu apakah bisa mengirimkan barang ke hostel, dan dititipkan sampai kita tiba di hostel tersebut. Sebenarnya secara online, ada juga pilihan pocket wifi atau rental sim card, tapi aku lebih memilih beli sim card karena lebih murah (tidak ada deposit atau kontrak) dan aku tak perlu bingung untuk mengembalikan ketika sudah selesai memakai.
Berhubung tulisan ini cukup panjang, silahkan pilih masing - masing bagian untuk memudahkan membaca.
A.Kelebihan dan Kekurangan
B. Detail Produk
C. Pemesanan Online dan Pembelian melalui retail
D. Langkah setelah membeli
F. Supported Device


Selasa, 22 Desember 2015

Lika – Liku Internet-an di Negeri Doraemon (How to Stay Connected in Japan)

Aku bisa tak makan,
tak minum,
tak tidur seharian.
Tapi aku tak bisa lama – lama tanpamu,
oh internet.



Mungkin itulah yang banyak orang rasakan sekarang ini di berbagai belahan dunia. Apalagi kalau sedang jalan – jalan. Rasa ingin membuktikan eksistensi diri, menunjukkan aku pernah ke sini lho, ke situ lho. Kebutuhan konektifitas pada saat traveling bagiku juga super penting tapi bukan urusan eksistensi saja yang penting tapi ada beberapa hal yang lebih penting seperti menghubungi orang rumah, urusan reservasi online sampai buka google maps. Total sampai hari ini (21 Desember 2015), aku sudah 4 kali berkunjung ke Jepang. Hampir semua cara yang ada untuk urusan internet sudah pernah aku coba. Selanjutnya, aku akan membagi semua pengalamanku.