Selasa, 24 Maret 2015

Formulir Informasi Pikkunikku Dreamy Japan Trip 2015

need more info on Pikkunikku Dreamy Japan Trip 2015?? Please fill the form



Selasa, 23 Desember 2014

Bertualang di Jepang bersama Willer


sumber: dimo.jp

Salah satu cara murah untuk melakukan perjalanan antar kota di Jepang adalah dengan Bus. Nah, yang paling murah dan gampang dipesan adalah Willer bus. Bus yang satu ini melayani lebih dari 20 rute antar kota di Jepang. Rute yang paling populer antara lain Tokyo-Osaka-Kyoto, Tokyo-Aomori, Kyoto - Hiroshima. Bus ini memiliki bermacam-macam tipe yang berbeda dilihat dari fasilitas yang dimiliki. Tiket yang paling mahal biasanya untuk bus yang memiliki fasilitas paling lengkap seperti tipe New Premium Single dengan fasilitas kursi yang cukup lebar, WiFi, stop kontak, selimut. Harga tiketnya berkisar 2 sampai 3 kali lebih mahal dari bus tipe Standard.

Cara untuk membeli tiket bus ini adalah melalui internet (www.willerexpress.com) atau telephone dengan metode pembayaran kartu kredit atau lewat convenience store.

Walaupun terkadang ada promosi last minute discount, yaitu apabila jadwal keberangkatan kurang dari 7 hari, harga tiket didiskon, tapi sangat disarankan bagi pejalan yang berkelompok (grup)  untuk membeli jauh - jauh hari untuk mengurangi resiko kehabisan tiket. Reservasi dibuka 3 bulan sebelum keberangkatan.

Satu trik yang sering aku lakukan untuk mendapatkan harga terbaik dan berhemat adalah membeli tiket untuk keberangkatan di hari kerja yang biasanya lebih murah dari pada akhir pekan dan memilih bus overnight. Walaupun bus yang berangkat malam hari lebih mahal dari pada bus siang, tapi sebenarnya lebih irit karena tidak perlu mengeluarkan biaya untuk penginapan.   

Berikut aku coba jabarkan cara reservasi online willerbus.

1. Buka laman www.willerexpress.com. Masukkan data reservasi seperti origin (asal) dan destination (tujuan), departure date (tanggal keberangkatan), number of passanger (jumlah penumpang). Kemudian klik tombol Search.



























2. Di Halaman "Select Bus", pilih bus sesuai dengan fasilitas yang diinginkan dan perhatikan jam keberangkatannya. Secara garis besar terdapat 2 waktu keberangkatan, day time (siang hari) dan overnight (malam hari). Setelah memilih, klik tombol "select".



3.  Laman selanjutnya adalah "Select Route Portion/ Number of Passager". Di laman ini, pilih lokasi naik bus dan turun bus. Kalau untuk Tokyo, aku lebih condong pilih WBT Shinjuku, karena cukup mudah untuk ditemukan, dan area menunggunya cukup memadai. Kemudian pilih jumlah penumpang, apakah dewasa, pelajar atau bayi. Kemudian pilih Next



4.  Kemudian pilih tipe tiketnya dengan mengklik "Select".

5. Kadang terdapat pilihan paket wisata di kota tujuan. Contohnya pada reservasi di bawah terdapat paket wisata Osaka Castle 3D mapping. Jika tidak berminat, langsung saja klik tombol "forward without option".


6.  Di laman konfirmasi ini, periksa sekali lagi detail pemesanan, terutama tanggal, tipe bus, jumlah penumpang dan harga. Apabila sudah sesuai klik tombol "add to shopping chart".



7. Klik tombol "reserve".


8. Masukkan semua data yang diperlukan dan harus sesuai dengan identitas di paspor. Khusus untuk nomor telepon, tidak bisa menggunakan nomer Indonesia. Biasanya aku menyantumkan nomor penginapan di kota keberangkatan. Kemudian, isi data penumpang. Apabila terdapat lebih dari satu penumpang, masukkan semua nama penumpang. Selanjutnya masukkan alamat email aktif. Email ini nantinya diperlukan untuk pengiriman konfirmasi reservasi. Apabila ingin mengirimkan ke lebih dari satu nomor telepon.



9. Selanjutnya adalah pilih cara pembayaran melalui kartu kredit maupun Lawson. Kali ini aku pilih menggunakan lawson.

10. Pemesanan selesai.Konfirmasi reservasi akan dikirim ke email yang dituliskan sebelumnya.

Email konfirmasi pemesanan

---
CARA PEMBAYARAN LEWAT LOPPI DI LAWSON


Semoga berguna ^_^

Kalau ada pertanyaan, silahkan post komentar di bawah. Arigatou :) 


Selasa, 02 Desember 2014

Menjelajah Dunia Dengan E-Paspor



Pergi ke Jepang!!!, kata Ardan dengan wajah berseri-seri sembari menunjukkan visa Jepangnya.
“Kok bisa? Bukannya buat visa Jepang itu susah. Harus punya uang berpuluh – puluh juta, syaratnya banyak pula.”, ucap Arrafi bertanya – tanya.
“Sekarang nggak masalah, kan aku pakai paspor elektronik. Dengan ini, Jepang kasih fasilitas bebas visa. Nggak perlu syarat apa-apa. Coba aja bikin paspor elektronik. Jangan pakai calo, gampang kok.”
Yang benar? Aku baru dengar soal paspor elektronik ini ya? Besok deh aku ke kantor imigrasi.”
Ilustrasi di atas menggambarkan bahwa berkeliling dunia seringkali hanya mimpi bagi pemegang paspor Republik Indonesia salah satunya karena kualitas paspor biasa yang belum sesuai standar ICAO tapi dengan diterbitkannya paspor elektronik, pintu dunia semoga terbuka.
Sebelum kebijakan penerbitan paspor elektronik Republik Indonesia, sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2011 tentang Perubahan Ketiga Atas Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2003 tentang Bebas Visa Kunjungan Singkat, berdasarkan asas timbal balik (resiprokal), baru 15 (lima belas) negara yang memberikan fasilitas bebas visa untuk pemegang paspor Republik Indonesia, antara lain Thailand, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Philipina, Hongkong SAR, Macao SAR, Chili, Maroko, Peru, Vietnam, Ekuador, Kamboja, Laos dan Myanmar. Hal ini cukup dimaklumi dikarenakan kualitas paspor biasa Republik Indonesia yang kurang. Data nomor paspor, foto wajah, nama, tanggal lahir, masa berlaku, tempat penerbitan, pada data page yang bisa dihapus dan diganti karena masih menggunakan pencetakan inkjet yang banyak tersedia di pasaran, gampang rusak apabila terkena air, dan lembar kertas yang tipis.
Oleh karena itu, sesuai Surat Edaran Direktur Jenderal Imigrasi Nomor IMI-1038-GR.01.01 Tahun 2013 Tentang Penerbitan Paspor Elektronik (E-Passport), paspor elektronik diterbitkan dengan tujuan meningkatkan kualitas pelayanan dan pengamanan paspor yang diberikan kepada masyarakat serta untuk mengikuti rekomendasi yang dikeluarkan ICAO (International Civil Aviation Organization) kepada dunia internasional untuk menggunakan elektronik paspor (e-passport). Adapun 9 (sembilan) kantor imigrasi yang sudah dapat melayani pembuatan paspor jenis ini adalah Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Barat, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Selatan, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno-Hatta, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam, Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat, Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur, Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Priok, Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Utara.
Cara untuk mengajukan paspor elektronik sama dengan paspor biasa dan bisa dilakukan secara online melalui www.imigrasi.com ataupun datang langsung ke Kantor Imigrasi tertentu. Namun dikarenakan kapasitas penerbitan paspor di kantor imigrasi yang terbatas (sistem  kuota). Sangat disarankan untuk mengajukan secara online.  Dan apabila telah memiliki paspor biasa yang belum habis masa berlakunya, masyarakat dapat mengajukan permohonan pengantian paspor elektronik  tersebut.
Perbedaan paspor biasa dan paspor elektronik yang diterbitkan pemerintah Indonesia terletak pada tiga hal utama, yaitu harga, fitur keamanan dan fasilitas keimigrasian yang diperoleh. Mengenai harga, paspor biasa hanya dibanderol dengan harga Rp. 355.000 sedangkan yang elektronik seharga Rp. 655.000. Kedua, perbedaan mendasar adalah pada fitur pengamannya yang pada paspor elektronik tersebut tertanam chip yang memuat data personal pada paspor elektronik sedangkan di paspor biasa tdak sehingga paspor elektronik tidak mudah untuk dipalsukan. Terakhir, para pemegang paspor elektronik dapat menggunakan fasilitas auto gate di Bandara Soekarno Hatta tanpa perlu melewati antrian Imigrasi yang terkadang cukup panjang. Namun kelebihan ini tidak cukup membuat masyarakat melirik paspor elektronik ini dikarenakan pertimbangan selisih harga yang cukup tinggi yaitu Rp. 300.000 namun tidak disertai nilai tambah yang signifikan.
Namun, sosialisasi paspor elektronik sangat diperlukan baik kepada petugas imigrasi maupun masyarakat umum. Beberapa cara yang dapat ditempuh antara lain dengan memberikan pembekalan pada petugas imigrasi tidak hanya di kantor imigrasi yang memiliki layanan penerbitan paspor elektronik namun juga di kantor imigrasi yang belum memiliki layanan tersebut karena mereka merupakan orang-orang yang langsung bersinggungan dengan masyarakat. Selanjutnya para petugas imigrasi yang telah teredukasi tersebut senantiasa menginformasikan kepada para pemohon yang datang langsung ke kantor imigrasi bahwa sekarang terdapat dua pillihan paspor, yaitu paspor biasa dan paspor elektronik.
Pada awal Desember 2014, terdapat berita yang menggembirakan. Negara Jepang memberikan fasilitas bebas visa kunjungan wisata selama 15 (lima belas) hari bagi pemegang paspor elektronik Republik Indonesia. Adapun caranya sebagai berikut:
1.      Pemohon atau perwakilan pemohon membawa e-paspor dan formulir aplikasi yang dapat diunduh di www.id.emb-japan.go.jp ke Kantor Kedutaan Besar Jepang/Konsulat Jenderal/Kantor Konsulat di Indonesia untuk diregistrasi.
2.      Kedutaan/Konsulat Jenderal/Kantor Konsulat akan menerima berkas permohonan, melakukan proses registrasi, menempelkan sticker bebas VISA, dan menyerahkannya pada pemohon kembali.
3.      Yang bersangkutan dapat melakukan perjalanan ke Jepang untuk durasi tinggal maksimal 15 hari, berkali-kali hingga masa berlaku sticker tersebut habis, tanpa perlu melakukan registrasi lagi di tiap kali perjalanan.
4.      Bagi pemohon Bebas VISA yang tidak dikabulkan permohonannya, harus melakukan permohonan VISA seperti biasa.
Kebijakan bebas visa Jepang ini bertujuan untuk mendukung peningkatan kunjungan wisatawan sebanyak 20 juta pada tahun 2015. Kebijakan bebas visa ini bisa terwujud salah satunya tentu karena rasa percaya pemerintah Jepang terhadap peningkatan keamanan paspor elektronik Republik Indonesia.

Dengan kualitas yang lebih baik, fitur keamanan yang lebih mumpuni, dan informasi yang terang benderang, tidak akan lama lagi negara selain Jepang akan membuka pintunya. Dengan memiliki paspor elektronik, tidak hanya data kita lebih terjamin keamanannya, namun buku hijau yang diakui negara lain ini pastinya memudahkan perjalanan kita. Dengan paspor elektronik, warga Indonesia bisa menembus garis batas dunia.