Cari Blog Ini

Memuat...

Selasa, 02 Desember 2014

Menjelajah Dunia Dengan E-Paspor




Pergi ke Jepang!!!, kata Ardan dengan wajah sumringah.
“Kok bisa? Bukannya buat visa Jepang itu susah. Harus punya uang berpuluh – puluh juta, syaratnya banyak pula.”, ucap Arrafi terheran-heran.
“Sekarang nggak masalah, kan aku pakai e-paspor. Kalau pakai ini, Jepang kasih bebas visa. Nggak perlu syarat apa-apa. Coba aja bikin e-paspor. Jangan pakai calo, gampang kok.”
“Masak sih. Kok aku baru dengar soal e-paspor ini ya? Besok deh aku coba.”

Ilustrasi di atas menggambarkan bahwa berkeliling dunia seringkali hanya mimpi bagi pemegang paspor Republik Indonesia karena selama ini belum banyak diakui keamanannya oleh banyak negara tapi dengan adanya e-paspor, pintu dunia semoga terbuka.
Mayoritas negara lain belum menaruh rasa percaya terhadap keamanan Paspor Republik Indonesia. Hal ini cukup dimaklumi dikarenakan kualitas paspor biasa Republik Indonesia yang kurang. Data nomor Paspor, foto wajah, nama, tanggal lahir, masa berlaku, tempat penerbitan pada data page yang bisa dihapus dan diganti karena masih menggunakan pencetakan inkjet yang banyak tersedia di pasaran, gampang rusak apabila terkena air, dan lembar kertas yang tipis. Beberapa kasus yang mencuat adalah ketika Gayus Tambunan yang berhasil melarikan diri ke luar negeri dengan menggunakan paspor asli  namun telah diubah data pada lembar identitasnya, kemuadian juga kasus Tenaga Kerja Indonesia di Jeddah yang menggunakan paspor palsu untuk mencari kerja. Desain paspor yang kurang menarik juga sering menjadi keluhan.
Oleh karena itu, Direktorat Jenderal Imigrasi melalui Kantor Imigrasi, sejak 26 Januari 2010 sesuai dengan standar ICAO (international Civil Aviation Organization) yang telah diakui dunia, menerbitkan paspor elektronik atau yang lebih dikenal dengan e-passpor. 9 (sembilan) kantor imigrasi yang sudah dapat melayani pembuatan paspor jenis ini adalah Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Barat, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Selatan, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno-Hatta, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam, Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat, Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Timur, Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Priok, Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Utara.
Beberapa waktu belakangan terdengar kabar bahwa Negara jepang yang mulai pada awal Desember 2014 nanti memberikan fasilias bebas visa kunjungan wisata selama 15 (lima belas) hari bagi pemegang e-paspor Republik Indonesia dengan mendaftarkan paspor tersebut ke Kedutaan Besar Caranya hanya mendaftarkan e-paspor yang mau digunakan.
Berita ini cukup gencar di media cetak maupun elektronik apalagi di komunitas para pejalan dan penggemar hal – hal Jepang. Sangat menggembirakan tentunya, karena negara matahari terbit ini terkenal cukup susah mengabulkan permohonan visa. Salah satu alasan mengapa pemerintah Jepang mulai terbuka adalah karena pemerintah Indonesia mampu menyakinkan bahwa e-paspor Republik Indonesia sudah sangat aman dan sulit untuk dipalsukan. Pengaruh dari berita ini adalah masyarakat mulai bertanya - tanya apakah paspor elektronik itu. Mereka ingin tahu apakah sama dengan paspor yang mereka miliki sekarang atau berbeda dan apakah dapat diperolah di seluruh kantor imigrasi di seluruh Indonesia. Mereka mendatangi kantor imigrasi terdekat namun sayangnya sebagian besar petugas imigrasi sendiri belum paham mengenai e-paspor dan ketika mencoba mencari informasi di internet, belum ada referensi yang mampu menjawab tuntas pertanyaan mereka. Cukup mengagetkan memang, mengingat sudah lebih dari 4 tahun yang lalu, e-Paspor sudah tersedia. Hal ini membuktikan bahwa dokumen keimigrasian yang satu ini memang belum tersosialisasi dengan baik petugas imigrasi maupun  ke masyarakat.
Sebenarnya cara untuk mengajukan paspor elektronik sama dengan paspor biasa dan bisa dilakukan secara online melalui www.imigrasi.com ataupun datang langsung ke Kantor Imigrasi tertentu. Namun dikarenakan kapasitas penerbitan paspor di kantor imigrasi yang terbatas (sistem  kuota). Sangat disarankan untuk mengajukan secara online.  Dan apabila telah memiliki paspor biasa yang belum habis masa berlakunya, masyarakat dapat mengajukan permohonan pengantian e-paspor  tersebut.
Perbedaan paspor biasa dan e-paspor yang diterbitkan pemerintah Indonesia terletak pada tiga hal utama, yaitu harga, fitur keamanan dan fasilitas keimigrasian yang diperoleh. Mengenai harga, paspor biasa hanya dibanderol dengan harga Rp. 355.000 sedangkan yang elektronik seharga Rp. 655.000. Kedua, perbedaan mendasar adallah pada fitur pengamannya yang pada e-paspor tersebut tertanam chip yang memuat data personal pada paspor elektronik sedangkan di paspor biasa tidak sehingga e-paspor tidak mudah untuk dipalsukan. Terakhir, para pemegang e-paspor dapat menggunakan fasilitas auto gate di Bandara Soekarno Hatta tanpa perlu melewati antrian Imigrasi yang terkadang cukup panjang. Namun kelebihan ini belum cukup membuat masyarakat melirik paspor elektronik dikarenakan pertimbangan selisih harga yang cukup tinggi yaitu Rp. 300.000 namun tidak disertai nilai tambah yang signifikan.
Demi peningkatan pelayanan publik dan kualitas dokumen keimigrasian,  e-paspor, pada akhir Oktober 2015, akan mengguunakan beberapa fitur yang lebih canggih. Yang pertama, material pada data page yang sebelumnya menggunakan media kertas yang sama dengan kertas isi (visa page), beralih menggunakan Polycarbonate yang memiliki kelebihan seperti data sulit dipalsukan, kualitas hasil cetakan lebih tajam, lebih tahan terhadap air (water proof), dan memiliki tingkat kekakuan yang cukup untuk memudahkan pembacaan MRZ (alat pembaca paspor) dengan metode swipe. Kedua adalah Pencetakan Keamanan (security printing) sesuai standar ICAO yaitu pada bagian latar belakang data page meliputi guilloche, rainbow printing, microprinted text, anti-scan pattern. Bagian tinta meliputi UV fluorescent ink, color-shifting ink. Yang selanjutnya adalah untuk melindungi terhadap duplikasi, pemalsuan atau perubahan (protection against copying, counterfeiting or fraudulent alteration); digunakanoptically variable feature technology atau yang sejenis seperti seal OVD (Optical Variable Device) yang teritegrasi secara fisik dengan material pembentuk data page sehingga mudah pengindetifikasian secara visual oleh pemeriksa. Yang terakhir adalah teknik-teknik data page polycarbonate menggunakan teknologi laser engraving guna mencegah perubahan identitas pada data page. Metoda penambahan foto pemegang (additional portrait image (s) of holder) pada bagian lain di data page polycarbonate menggunakan teknologi efek 3 dimensi dan micro laser perforation (image perforation). Metoda pencegahan penggantian data page polycarbonate secara keseluruhan dengan menggunakan teknologi  penggunaan laser perforated security feature pada data page.
Dengan semakin meningatnya nilai tambah (value added) dalam e-paspor yang sesuai dengan standar ICAO maka dikemudian hari banyak negara yang akan memberikan faslitas bebas visa atau setidaknya kemudahan – kemudahan dalam pengurusan visa yang dirasa sangat sulit karena tingkat kepercayaan internasional pada kualitas paspor Republik Indonesia.
Untuk saat ini, sosialisasi e-paspor sangat diperlukan baik kepada petugas imigrasi maupun masyarakat umum. Beberapa cara yang dapat ditempuh antara lain dengan memberikan pembekalan pada petugas imigrasi tidak hanya di kantor imigrasi yang memiliki layanan penerbitan e-paspor namun juga di kantor imigrasi yang belum memiliki layanan tersebut karena mereka merupakan orang-orang yang langsung bersinggungan dengan masyarakat. Selanjutnya para petugas imigrasi yang telah teredukasi tersebut senantiasa menginformasikan kepada para pemohon yang datang langsung ke kantor imigrasi bahwa sekarang terdapat dua pillihan paspor, yaitu paspor biasa dan e-paspor.
Dengan kualitas yang lebih baik, fitur keamanan yang lebih mumpuni, dan informasi yang terang benderang, tidak akan lama lagi negara selain Jepang akan membuka pintunya. Dengan memiliki e-paspor, tidak hanya data kita lebih terjamin keamanannya, namun buku hijau yang diakui negara lain ini pastinya memudahkan perjalanan kita. Dengan e-paspor, warga Indonesia bisa menembus garis batas dunia.



Senin, 01 Desember 2014

Paspor Elektronik via Online

Sebenarnya pembuatan paspor bisa lewat online maupun datang langsung (walk in). Tapi kalau aku lebih pilih online, karena kuota pemohon online lebih besar dari pada yang langsung pada setiap kantor imigrasi.

Berikut langkah - langkah pembuatan paspor elektronik secara online:

1. Buka website http://www.imigrasi.go.id/ dan pilih "Layanan Paspor Online"




2.  Kemudian pilih "Pra Permohonan Personal"


3. Masuk ke halaman Informasi Pemohon, dan input data pemohon
  • Pilih Jenis Permohonan yang diinginkan. Apabila belum pernah memiliki paspor pilih Baru-Paspor Biasa, apabila sudah memiliki paspor biasa namun masa berlaku kurang dari 6 bulan pilih Penggantian Habis Berlaku, apabila sudah memiliki paspor biasa tapi berlakunya masih lama pilih Penggantian Halaman Penuh 
  • Isi No.Paspor Lama ( contoh : P123456 ), jika jenis permohonan adalah Perpanjangan/Penggantian Paspor atau Perubahan.
  • Isi Jenis Paspor dengan Epaspor 48
  • Pilih lokasi Kantor Imigrasi yang akan didatangi. 
  • Perhatikan tanda ‘*’ dimana berarti field data tersebut harus diisi. Pastikan e-mail yang dimasukkan adalah e-mail aktif.
  • Tekan tombol ‘Lanjut’.

4. Masuk ke halaman Informasi Pemohon. Input Data Alamat Pemohon. Isi semua data dan klik lanjut.

5. Selanjutnya pilih metode pembayaran : Bank BNI ATM/ Teller. Kemudian masukkan kode di bawah dan klik tombol OK.

6. Kemudian akan muncul halaman di bawah ini.


7. Slip pengantar pembayaran akan dikirimkan melalui email. Segera cetak lampiran email dan bayar pada tempat yang ditentukan. 




8. Bukti pembayaran di bank.

9. Selanjutnya klik link yang ada di email verifikasi, dan halaman verifikasi klik tombol lanjut. kemudian akan muncul halaman konfirmasi tanggal kedatangan. Pada laman ini isi No Jurnal Bank dengan kode pada lembar pembayaran. Kemudian pilih tanggal sesuai keinginan dan jangan lupa masukkan kode dengan benar. Setelah itu klik tombol lanjut.

10. Pemohonan paspor online selesai dan pemohon akan mendapatkan email konfirmasi dan harap di cetak dan bawa semua persyaratan ke kantor imigrasi yang dimaksud.

selamat mencoba :)



Sabtu, 29 November 2014

Selamat Datang di Indonesia Si Kucing Ajaib, Doraemon!!!!


100 Hari. 100 Doraemon

Pameran 100 Doraemon Secret Gadget Expo yang sebelumnya menyambangi Hong Kong, Taiwan, Tiongkok dan Johor Bahru, akhirnya tiba di Indonesia. Oleh Animation International, perusahaan Jepang pemegang lisensi Doraemon, diharapkan pameran ini memuaskan keinginan pecinta Doraemon di Indonesia.

Hari ini, 30 November 2014, aku sambangi Ancol yang nan jauh di sana demi bertemu si robot cengeng ini.
Booth Tiket
Tiket Masuk



Tiket pameran yang diadakan dari 28 November 2014 sampai 8 Maret 2015 dari jam 10.00 WIB - 22.00 WIB, dibanderol seharga Rp. 55.000 untuk anak – anak di bawah 12 tahun dan Rp. 80.000 untuk dewasa. Menurutku sih lebih baik membeli via online di myticketndonesia.com atau www.doraemonexpo.com, atau bisa juga di Lawson, Alfamart dan Alfamidi. Karena dengan tiket itu, kita bisa mendapatkan diskon Rp. 10.000 untuk masuk Ancol. Tempat penjualan dan penukaran tiket ada di dekat lobby utara Beach City Mall Ancol. Terdapat dua booth, sebelah kanan adalah untuk penukaran tiket yang dibeli sebelumnya sedangkan yang kiri adalah untuk tiket yang dijual langsung (on the spot).

Berlokasi di lantai 2 Beach City Mall Ancol, aku benar – benar serasa di dunia Doraemon dan Nobita. Di depan sebelum masuk area pameran, aku disambut ribuan merchandise asli Doraemon. Berbagai macam hal tentang si kucing ajaib ini ada di sini misalnya boneka, tas, kaos, jaket, gantungan kunci, lampu. Pokoknya semuanya. Harganya memang agak di atas rata – rata, tapi memang setimpal karena semua barang yang ada di sini itu original dan susah didapatkan di tempat lain. Bahkan jika aku bandingkan dengan toko souvenir di  Museum Fujio F. Fujico di Kawasaki City, koleksinya lebih lengkap di sini. Di luar sini theme song Doraemon diputar.

Area Merchandise

Dan, setelah tiketku di scan, pertualanganku di dunia Doraemon dimulai. Kedatanganku pertama disambut oleh patung Doraemon tapi warnanya kuning dan telinganya hilang separuh seperti digigit. Ternyata awalnya sahabat Nobita ini kuning dan memiliki telinga tapi suatu ketika seekor robot tikus memakan telinganya, dan pada saat di rumah sakit robot, dokter tidak sengaja melepaskan semua telinga Doraemon. Karena ingin menghilangkan rasa sedih, dia bermaksud meminum ramuan bahagia tapi celakanya salah dan akhirnya meminum habis ramuan “kesedihan”. Dia menangis tiada henti selama 3 hari 3 malam. Air mata ini lah yang menyebabkan warna kuning tubuhnya luntur dan berganti dengan warna biru. Sejak saat itu warnanya berubah dan rasa takut berlebihan pada tikus muncul.
---
Selanjutnya terdapat mesin waktu. Patung Doraemon yang satu ini diletakkan di set yang cukup gelap dengan lampu kedap – kedip dan interior yang mengesankan kalau pengunjung berada di ruang waktu.
Mesin Waktu

---
Di eksebisi ini, dipamerkan 100 patung Doraemon dengan alat – alat ajaibnya dan seluruh pengunjung dapat berfoto ria. Aku ingat dua tahun yang lalu, aku berjumpa dengan patung – patung ini di Hakone, tak disangka bertemu dengan mereka lagi di Indonesia. 

100 Doraemon

100 Doraemon



Ankupan

100 Doraemon

Happy time

Setelah 100 patung Doraemon, terdapat tempat pernikahan Nobita dan Shizuka yang dihiasi bunga - bunga dan uniknya terdapat bangku untuk tamu yang disediakan untuk pengunjung. Rasanya seperti hadir di pernikahan mereka. 

Pernikahan Nobita - Shizuka

----

Terdapat di beberapa spot seperti rumah Nobita dan rumah Nenek Nobita, kita dapat masuk dan di foto di dalam set tersebut. Tapi yang memfoto kita adalah crew yang bertugas, jadi untuk lokasi ini tidak boleh memfoto sendiri. Nanti di dekat pintu keluar, kita bisa mencetak foto ini dengan membayar Rp. 80.000. Lumayan untuk kenang – kenangan.


O genki desu ka, Jaico-chan!!!!!!

Toko Merchandise dekat pintu keluar

Tempat pencetakan foto


Masih ada 97 hari lagi Doraemon ada di Indonesia, kalau kalian suka karakter ciptaan Fujico F. Fujio ini, aku rekomendasikan untuk datang ke Pameran ini.

la la la .. aku sayang sekali..... Doraemon..