Dreamy Backpacker: Horror Tingkat 9 di Anak Krakatau

15/03/12

Horror Tingkat 9 di Anak Krakatau





Perjalananku ke Krakatau kali ini memang salah satu yang paling berkesan. Bagaimana tidak kejadian yang paling menyenangkan sampai situasi hidup dan mati bergabung menjadi satu. Jam 11 malam semuanya kumpul di Kalideres. Tim terdiri dari 4 manusia normal yaitu Aku, Yayuk, Adam dan Bang Eko. Sesuai rencana kami naik bus Dewi Suci menuju Merak. Nah disinilah horror tingkat 9 yang pertama. Aku dan Yayuk duduk di belakang sopir. 1 jam pertama biasa saja, hanya sebal karena si sopir sibuk pacaran. Tapi waktu masuk Cilegon, kelakuan si sopir mulai aneh. Dia pencet klakson terus menerus, tangannya mengelus kepalanya mirip orang yang lagi keramas. Lama-lama aku curiga. Setelah dia menyalib mobil di depan, dia tidak ambil kiri lagi, tapi dia tetap berada di arah yang berlawanan. Dan sialnya di depan kami ada truk.


"PAK!!?????!!!?", teriak penumpang yang ketakutan kompak

Cuma satu kata untuk menggambarkannya, Mengerikan. Entah terbangun atau apa, si sopir langsung banting setir ke kiri. Semua penumpang bernafas lega.

"guyur pak, guyur dulu supaya gak ngantuk", bujuk kami ke pak sopir 

"ambil aqua", perintah si sopir ke kondektur.

Tidak tau yang bodoh siapa, bukannya kepala si sopir yang diguyur tapi malah kaca depannya yang diguyur. Sungguh mengejutkan dan aneh tapi nyata. Jarak Cilegon-Merak saat itu terasa bagai perjalanan paling panjang dalam hidupku. Tapi ternyata pada akhirnya perjalanan Krakatau ini membuktikan aku salah.

Barulah jam 3 kami sampai di Merak. Jam 4 pagi kapal feri baru berlayar. Jam 6 feri berlabuh tepat waktu. Dari Bakauheni untuk mencapai Krakatau harus menuju dermaga Canti dulu. Berjarak 1,5 jam perjalanan dari Bakauheni. Harus naik angkot warna biru lalu turun di pasar Kalianda terus oper angkot kuning untuk menuju Dermaga Canti. Di angkot kuning ini, kami naik bareng ibu-ibu tukang sayur. Di angkot ini lah kami beli persediaan kami. Donat 4, bubur kacang ijo 4, gorengan plus jajanan pasar. Mantap lah.
 
Jam 8, kami sampai Dermaga Canti. Kapal yang akan membawa kami masih belum datang. Jadwalnya masih jam 1 an. Hanya ada 1 kali penyeberangan dalam sehari yaitu pukul 1 siang. Tapi apabila ingin menyewa kapal, “cukup” siapkan 2,5 juta untuk perjalanan Canti-Sebesi PP. Namun setelah melihat isi kantong, diputuskan untuk naik kapal jam 1. Untuk membunuh waktu, kami sempatkan mampir ke Pantai Canti. Pantai ini sebenarnya cukup potensial namun sayangnya kurang dikelola. Kami susuri pantai. Setelah berjalan 500an meter, ada jembatan untuk menuju ke bukit kecil yang ada beberapa gubuknya. Di ujung jembatan sebuah papan pengumuman sederhana yang hampir ambruk berbunyi, “Tiket masuk 2 org rp. 6000”.

Ini tiket masuk apa ya? Kok buat 2 orang? Kok bukannya di depan tadi yang disuruh bayar?. Pertanyaan-pertanyaan mulai berkecamuk di kepalaku. Aku dan Yayuk penasaran, trus kami coba melihat ke arah gubuk. Kami melihat kepala manusia timbul tenggelam di dalam gubuk itu. Sedikit demi sedikit misteri itu terpecahkan. 2 orang, gubuk, ditutupi pepohonan. Ternyata itu tempat untuk begituan. Aku dan Yayuk semakin penasaran tapi sayangnya Adam dan Bang Eko malu – malu kucing. Akhirnya kami membatalkan niat kami untuk ‘sedikit mengintip ’mereka.

Kembali dari pantai Canti, kami lihat barisan duren yang dijual di depan satu rumah. Ketika Yayuk sibuk menawar, gak ada hujan atau badai salah satu durian jatuh tepat di kaki Adam. Alhasil punggung kaki Adam lecet-lecet. Adam bisa dijadikan umpan yang sempurna buat lihat hiu pas snorkling nanti, pikirku. 

Kapal Jungkung tercinta
Puas berkeliling, kami lanjutkan perjalanan menuju pulau Sebesi. Sesampainya di pulau Sebesi kami langsung berangkat snorkling menggunakan kapal jungkung. Kapal yang aku pakai ketika berburu lumba-lumba di Kiluan. Jujur saja, aku nggak bisa berenang. Tapi demi menikmati keindahan yang Allah ciptakan dan pembuktian harga diri ke Adam, aku bertekad harus bisa snorkling. Walaupun dengan bantuan pelampung, guide dan Adam. Aku berhasil menaklukan rasa takutku terhadap air dan tidak tenggelam. Ini merupakan salah satu hal yang paling menyenangkan dalam hidupku.

Snorkling spot di sekitaran pulau Sebesi dan umang-umang cukup menarik untuk dijelajahi, namun kalo harus jujur spot ini masih kalah dengan Karimunjawa. Mirip Tidung, laut di sini juga menerima banyak sampah kiriman dari Jakarta.

Yang paling susah snorkling dengan jungkung adalah naik ke jungkung itu sendiri setelah snorkling. Susahnya bukan main. Kapal kami hampir aja terbalik, gara – gara satu orang, yaitu Adam. Semua sudah berada di atas kapal, tinggal Adam yang belum naik. Dia naik dari sisi yang salah. Kita bertiga duduk di sebelah kiri kapal dan dia naik dari kiri. Untung gak jadi jatuh. Puas snorkling, kami balik ke homestay untuk beristirahat.


Calon kantornya Bang Eko
Rumah penduduk setempat
Pagi hari ini, kami berkeliling, ingin melihat kampung Sebesi. Kegiatan sehari-hari penduduk. Ngobrol dengan mereka. Disini aku temui banyak hal yang menyenangkan. Melihat lambang shioku (kerbau-red) berendam. Mereka emang mirip aku. Malas mandi tapi kalo sudah berendam malas keluar. Kemudian di sini juga ada kantor PLN, yang kemungkinan besar Bang Eko akan jadi manajernya.  Ketan sekepal tangan hanya dihargai 500 dan semangkok lontong sayur 1000. Murahnyaaa. Penduduk setempat juga sangat ramah. Mereka menyuguhi minuman dan senyuman.

Ketika sampai di homestay, ternyata ada pohon kelapa yang ambruk. Musibah bagi yang punya, anugerah bagi kami. Kelapa muda gratis.



Kapal Canti Sebesi PP, Sebesi-Anak Krakatau PP
Belum habis kelapa kami, Feri dan orang tua angkatnya yang dari Belanda datang. Setelah kami puas menikmati kelapa gratis, saatnya Krakatau. Bersama rombongan lain, kami berangkat menuju Krakatau menggunakan kapal. Belajar dari pengalaman, kami memilih duduk di dalam kapal. Pagi ini angin cukup kencang. Disinilah horror level 8 terjadi. Kapal kena hantaman ombak. Miring ke kanan. Keadaan tambah genting. Air laut sudah mulai masuk ke dek bawah.

"life vest!!!", teriak Adam

Semua langsung pakai life vest nya masing-masing. Setelah setengah jam mencekam, laut mulai agak tenang.

Tiba di anak Krakatau, kami langsung tancap gas. Ini adalah pendakian pertama ku. Jam 11 persis kami memulai pendakian ini. Treknya yang berpasir, susah untuk di naiki. Apalagi panas menyengat membakar pasir, dan pasir itu membakar kakiku. Semakin lama semakin curam. Tapi ternyata aku bisa sampai di tujuan. Rasanya luar biasaaa. 
setengah perjalanan
Sedikit lagi teman-teman

Ku taklukan dikau...
 
Subhanallah.

Turun dari Anak Krakatau, langsung naik kapal dan lanjut snorkling. Guide hiking plus snorkling ku kali ini aku panggil Charlie karena mirip banget dengan Charlie ST12. 

Aku berhasiiiiiiiiiiiillll
Kami snorkling di dua tempat di Lagoon Cabe dan Sebuku. Percaya diriku mulai tumbuh. Aku sudah bisa menikmati momen ku melihat ikan – ikan menari – nari, hamparan karang berwarna - warni. Hal yang mustahil dua tahun lalu.

"bang charlie, aku kayaknya udah bisa deh? Lepasin aja bang tapi jangan jauh jauh y
a," pintaku sok pede.

"iya mbak.", bang Charlie menyetujui.

Selama beberapa lama aku terlalu asik berenang kesana kemari. Tapi aku lihat sudah tak ada karang lagi. Yang ada hanya warna biru pekat yang tanpa ujung. Ternyata sudah dalam banget. Aku mencoba berdiri untuk melihat posisi kapal. Busyeeeet ternyata kapalnya jauh banget. Disekelilingku juga sudah tak ada orang. Dengan susah payah, aku “berenang” menuju kapal. Untung di tengah perjalanan, sang pangeran datang.

"bang Charlie kemana aja," 

"Disini aja mbak"

Kupegang lengannya erat-erat. "udah dibilangin jangan jauh jauh", ucapku manja.

Jam 6 aku kembali ke homestay dengan muka persis kepiting rebus.
Homestay

Malam terakhir di
Sebesi kami sempatkan untuk keliling kampung sekali lagi. Tapi kali ini rasanya seperti uji nyali. Gelap pekat. Perlu dicatat, di Sebesi listrik PLN hanya menyala pada pukul 5 sore sampai 6 pagi. Setelah itu hanya yang punya generator yang masih menyala. Dan tak banyak yang punya generator. Bagiku ini horror tingkat 5.

Tukang pengangkut kopra
Esok paginya kami harus naik kapal jam 7. Karena ini kapal satu-satunya yang berangkat ke Canti. Tapi ternyata kapal sudah penuh, dan kami akhirnya naik kapal pengangkut kopra. Sebenarnya ini masih kapal yang sama tapi dek bawah dipakai untuk mengangkut kopra. Baunya yang menusuk, goyangan kapal yang lumayan dan terik mentari yang menyengat tak mengusik tidurku sama sekali. 

Sesampainya di Canti, angkot charteran telah menunggu. Rombonganku dan Feri share angkot. 100 ribu langsung ke Bakauheni. Pas di jalan ibu angkat Feri bilang kalo dia mau bayarin angkot kita, soalnya dia senang ketemu dan kenal kita. Cihuuuuyy. Pengiritan. Kami naik kapal feri yang kelas 1 (tambah bayar 5000 di atas kapal). Posisi kami pas di depan lemari live fest. Sempurna nih posisinya. 

Kapal mulai berjalan. Angin sangat kencang,. Beberapa kali membanting pintu. Kapal mulai miring kanan dan kiri. Semakin lama semakin miring. Puncaknya ketika kapal miring banget, nyaris 45 derajat. 

Lalu teriakan yang aku kenal membahana, "life vest!!!?!", Adam teriak sambil lari ambil live vest.

Aku langsung lompat ambil live vest dan aku lempar ke belakang buat Yayuk, Bang Eko dan Adam. Eh ternyata mereka juga sudah di depan ambil live vest. Semua orang panik gara-gara Adam.

"Allahu Akbar!!! Astagfirullah!!!", teriak ibu-ibu di belakang sambil menangis.

"ibu, aku takut", tangis seorang anak perempuan di belakang ku

Bang Eko menyodorkan tangan mengajakku bersalaman, "maaf ya rum kalo 2 hari ini udah sering gombalin arum".

"iya bang, kagak apa-apa", jawabku tanpa berpikir.

Saat itu rasanya memang terasa hidup dan matiku di ujung tanduk. Kapal tak bisa bersandar karena ombak terlalu besar. Perjalanan yang harusnya paling lama hanya 2 jam kami tempuh 3 jam. Inilah horror tingkat 9 yang kedua.

                                                                                   -dreamy backpacker-
                                                                          Krakatau, 20-23 Januari 2012

                       “The journey not the arrival matters.” – T. S. Eliot

9 komentar:

  1. Ilmuwan boleh melingkari kawasan Anak Krakatau sebagai lokasi ‘Big Bang’. Tetapi jumlah wisatawan yang datang kesini tak pernah surut, yo kan bang ???

    BalasHapus
  2. selalu banyak yang datang dan datang lafi ke Krakatau
    bagi yang belum pernah dan ingin kesana boleh bergabung dengan kami

    www.ombak7tour.com

    BalasHapus
  3. waduh,cerita di kapal feri bikin saya maju mundur niy mau ke krakatau,apalagi saya gk bisa berenang :(

    BalasHapus
  4. @mbah bromo:Semakin misterius, semakin penasaran mas..
    @picota: okey well noted.. tengkiyu buat kunjungannya
    @anonim: jangan takut.. itu karena salah satu teman kami aja yang terlalu panik. Kalau takut naik kapal, bisa naik pesawat lho.. :)

    BalasHapus
  5. kira-kira kalo murni backpacker-an dari jakarta ke anak krakatau, total biaya nya berapa ya?

    BalasHapus
  6. Naik bus Kalideres-Merak PP: 40 ribu
    Kapal Feri Merak-Bakauheni PP : 22 ribu
    Angkot Bakauheni- Dermaga Canti PP: 30 ribu
    Kapal Dermaga Canti - Pulau Sebesi PP: 20 ribu
    Kapal Sebesi-Krakatau-Snorkling: 800 ribuan (tapi saranku, cari rombongan lain supaya bisa share cost)
    Penginapan: Nenda atau nginep di rumah penduduk aja.. :)

    So total (include makan) sekitar 200 an lah.. Happy traveling :)

    BalasHapus
  7. Mbak apakah saya boleh minta kontak angkot untuk d charter dan nomer kontak jungkungnya? Boleh di email mbak ke yellow_syefta@yahoo.com? Thanks bgt mbak. Nice sharing :)

    BalasHapus
  8. Mbak, makasih share ceritanya! Apa aku boleh minta kontak angkot dan kapal jungkung nya dan di email ke dwikusumaenggar@gmail.com? thanks! :D Happy traveling!

    BalasHapus
  9. misi min.... numpang lewat............

    Wisata ke Belitung Murah Meriah.
    cocok untuk referensi liburan pada weekend.
    penerbangan pendek, 45menit dari jakarta.
    #
    Tiket PP adalah exclude.
    silahkan rekan" bisa Hunting2 tiket pesawatnya,
    dengan rute "JAKARTA-TANJUNGPANDAN"
    & dibeli oleh peserta masing2, tapi timing tetap diarahkan.
    > Datang penerbangan Pagi (citilink05:55/sriwijaya:06:20)
    > Pulang penerbangan Siang Up 10:00 (Garuda/sriwijaya)
    Info Maskapai yg melayani rute ke Belitung setiap hari :
    - Citilink (pagi) 1x
    - Garuda (siang) 1x
    - Sriwijaya (pagi,siang,sore) 3x kadang Extra_flight
    # # #
    Yg ingin JOIN tapi diluar rekomendasi timing diatas,
    silahkan kontak" dulu yaa....
    kami coba susun Schedule yg berbeda...
    # # #
    buat yg gak mau ribet cari akomodasi & Transportasi.
    tinggal pilih Privat Paket yg cocok dikantong :
    * 2hari 1malam
    - kos harian : 600.000/orang
    - penginapan standar Ac + Tv : 700.000/orang
    - hotel VIP melati / bintang1 : 850.000/orang
    * 3hari 2malam
    - kos Harian : 650.000/orang
    - penginapan standar Ac + Tv : 750.000/orang
    - hotel VIP melati / bintang1 : 900.000/orang
    * 4hari 3malam
    - kos harian : 900.000/orang
    - penginapan standar AC + Tv : 1.000.000/orang
    - hotel VIP melati / bintang1 : 1.200.000/orang
    # # #
    harga ini hanya berlaku untuk kuota full seat mobil.
    minimal 6orang.
    jumlah yg kurang dari target, harga akan disesuaikan.
    Dengan Privat Trip anda berhak menentukan tanggal keberangkatan sendiri.
    * * *
    Fasilitas (include) :
    - Mobil + driver + BBM
    - tempat nginap sesuai pilihan
    - boat + alat snorkling
    -karcis masuk wisata
    - mie belitung, breakfast, 1x lunch box pas hoping island
    # # #
    (note : makan lainnya adalah exclude)
    - Lunch & dinner lainnya bisa mampir saat perjalanan (share-cost)

    # * # *
    juga dibuka "OPEN TRIP" / TRIP Gabungan sesewaktu, bagi yg ingin gabung sendiri/berdua...boleh2 aja! silahkan keep contact...
    keterangan lebih lanjut silahkan hub :
    whatapps : +6281331939505
    Pin : 219ac6dc
    www.facebook.com/belitung.trip

    BalasHapus