Dreamy Backpacker: SINGAPURA

Tampilkan postingan dengan label SINGAPURA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SINGAPURA. Tampilkan semua postingan

18/03/12

Malu Bertanya, Maka Tersesatlah. Kecut


China, sebenarnya bukan salah satu negara yang ingin aku kunjungi. Kalau bukan karena bujuk rayu sahabatku, Niken, mungkin aku tak akan menginjakan kaki di negeri Bambu ini. Perjalanan ke China kali ini benar - benar seperti pertaruhan. Dengan dana yang sangat terbatas, aku akan berpetualang di China - Hongkong- Makau selama 7 hari. Ditambah lagi baru 3 hari menjelang keberangkatan aku baru mendapat visaku, tidak sempat membuat asuransi perjalanan. Plus yang paling edan adalah aku harus berangkat ke China sendirian dan kemampuan bahasa Mandarinku sangat amat sangat terbatas. Ini mungkin yang namanya nekad.

Singapore-Shenzhen-Guangzhou-Macau-Hongkong mungkin rute yang terlalu umum bagi backpacker. Bahkan mungkin sudah banyak teman-temanku yang datang ke sana. Tapi tak mengapa. Bagiku perjalanan lah yang penting, bukan tujuannya. Journey that matters, not the destination. Banyak orang yang menyayangkan kenapa aku tak ke Beijing, tak melihat salju. Kata mereka, belum ke China kalo belum menginjakkan kaki di Tembok Besar China. Perjalananku kali ini semoga akan membuktikan kalau orang-orang itu tak sepenuhnya besar. Pertaruhan.

Dan ketika fajar baru saja datang menyapa, aku sudah berada di angkot menuju Pasar Minggu dan langsung duduk tenang di Damri menuju Bandara. Jam 7, tepat waktu, aku sampai di Bandara Soekarno-Hatta. Carrier Eiger dan ransel Joger sudah melekat di badan. Walaupun belum ada teori yang membuktikan tapi setiap  lima menit saja, aku sudah merasa memendek 1 cm. Benar-benar berat. Eiger ku dipenuhi dengan 2 space maker yang aku beli di ACE Hardware berisi jaket dan pakaian musim dingin, segala titipan Niken dan Rina mulai dari lotion 1,5 liter, obat-obatan, supermi, keripik singkong khas Temanggung, minyak wangi 6 botol. Sekedar informasi Niken dan Rina adalah sahabatku yang sekolah di China dan yang menjadi pemandukuku selama di China. Titipan mereka aku anggap sebagai timbal balik menemaniku di China. Sepadan.

Terminal 1, Changi Airport
Hampir 2 jam perjalanan, akhirnya aku menginjakkan kaki ke Changi, Singapura. Tahun lalu tepat di hari valentine, ketika liburan ke Singapura, gara - gara ketinggalan pesawat dan tak punya uang, aku "terpaksa" tidur di salah satu bangku di suatu sudut Bandara ini. Dinginnya menusuk tulang.

Kembali ke Negeri Singa, aku sangat percaya diri berada di sini, walaupun aku berpetualang sendirian. Semua orang bisa bahasa Inggris dan semua petunjuk sangat jelas di depan mata terlebih lagi aku telah dua kali menjelajahi kota ini. Gampang. Lagi pula aku hanya di Singapura hanya 7 jam. Ya. Aku hanya transit di sini sebelum melanjutkan kegilaan ke China. 

Sebelum berangkat aku sudah berencana matang bahwa aku akan menikmati segalanya yang gratis di Singapura. Jadi, aku tak punya sedolar pun di kantongku. Sama sekali. Sebagai informasi, Bandara Changi menyediakan banyak fasilitas gratis bagi penumpang transit. Dengan jeda 5 jam, pilihanku adalah heritage city tour lalu nonton film di transit area dan menikmati seluncur di dunia maya. Semuanya gratis. Dan kemudian semuanya berjalan tak sesuai rencana.

Di terminal 1 aku menghampiri meja informasi.
"Can I help you?", kata petugasnya tersenyum ramah
"yes, I want to join this tour.", kataku tersenyum bingung
"sorry, but once you pass the immigration, you are no longer eligible to join this tour.", kata petugas tersenyum kasihan.
"oh, I see.", jawabku tertunduk lesu, tersenyum kecut. KECUT. Rencana gratisanku berantakan. 

Berhubung cacing peliharaanku di dalam perut sudah demo besar-besaran. Saatnya makan siang. Pertanyaannya adalah di mana. Cuma 1 tempat yang terpikir olehku. Masakan padang di Asia Food Court di Basement Lucky Plaza. Disinilah makanan andalanku di Singapura. Tapi yang pasti tujuan pertamaku adalah Money changer. Di dompet adanya cuma Yuan Renminbi. Setelah berhitung keras, semedi, berurai air mata akhirnya aku keluarkan 2 lembar merah bergambar Mao Zedong.

Hop. Naik MRT dari Bandara Changi menuju Lucky Plaza, Orchard adalah pekerjaan gampang. Sampai di Stasiun MRT Orchard, kepercayaan diriku masih berada di langit ke tujuh. Aku keluar melalui pintu E. Setelah menyusuri lorong itu, aku terjebak di persimpangan. Kanan atau kiri. Tanpa bertanya siapapun aku putuskan ambil kanan. Kesalahan Besar. Tak tahu bagaimana ceritanya, aku sudah berada di dalam mall yang tak aku kenal dan tak tahu cara keluar. Dan tanpa bertanya siapapun, aku mencoba mencari jalan keluar. 30  menit rasanya seperti 2 jam. Akhirnya aku berada di persimpangan tadi dan ku pilih jalan yang benar. Sayangnya ketika berada di jalan Orchard, aku lupa dimana letak Lucky Plaza. KECUT. Dengan 20 kilo beban di pundak, aku hilir mudik tanpa arah. Kesimpulannya adalah tersesat. Salah satu kebiasaanku dalam berpetualang. Tuminah. Itulah wangsit yang terlintas di otakku. Ya. Si Tuminah, android kesayanganku. Berbekal sinyal wifi gratis, aku pakai aplikasi navigasiku untuk cari tempat makan masakan Padang itu. KETEMU!!!. Aku dan cacing peliharaan ku yang bersorak gembira. Sepiring nasi berlaukkan ayam gulai, telur mata sapi, paru goreng dan segelas es teh. Luar biasa.

Setelah menikmati setiap suap nasi dan tetes es teh dan sedikit bercengkerama dengan ibu-ibu pelancong dari Indonesia, aku beranjak kembali ke Bandara Changi. Sesampainya di Terminal 3, aku dengan santainya duduk-duduk menikmati suasana karena pesawatku masih 3 jam lagi. Pas check in aku tak menemukan penerbanganku di papan pengumuman. Aku salah terminal. Ternyata Tiger Airways adanya di budget terminal bukan di terminal 3. KECUT.

Lariiiiiiiiiii. Terminal-terminal di Changi dihubungkan dengan skytrain, tapi khusus budget terminal hanya dihubungkan dengan shuttle bus dari terminal 2. Ketika sampai di halte, untuk menyakinkan diriku aku bertanya pada seorang ibu disebelahku.

"sorry, is this the bus stop for  shuttle bus for budget terminal?" tanyaku sopan.
Dia cuma geleng - geleng, bingung. Dan dia mulai bicara dengan bahasa yang tak ku mengerti. Mandarin. 

Akhirnya kami berkomunikasi seadanya menggunakan bahasa Inggrisnya yang sangat minim dan bahasa Mandarinku yang sangat parah.

Besok akan kuceritakan apa rasanya makan "sate keringat" di Shenzhen dan bagaimana cara keliling China dalam 1 hari. Terima kasih sudah membaca.

08/07/10

Es Teh Manis Di Negeri Singa



Day One -19 March 2009-

--Perjalanan dimulai—

Jam 12 teng... cabut dari kantor... berkemas kemas trus ke malioboro bentar ke money changer tuk yang pertama kalinya. Trus tuker duit USD (kgk usah disebutin nominalnya y....nanti dikiranya sombong ). Yah cm dpt 2 lembar (pertama kali pegang duit asing). Habis tu beranjak lah ke airport tuk check in. First time ever... kayak orang udik di airport. Hehe.. udah antri 45 menit n begitu nyampe di depan counter air asia…. PET…..mati lampu alias blackout. Kata Iwan ni tanda gagal terbang. Genset nyala.. tapi systemnya masih mati.. berdiri di dpn konter 20 menit endingnya boarding pass ditulis tangan.... trus petugasnya bilang kalo aku harus rebutan kursi ma penumpang lain... hiks.. .. Dalemnya pesawat kayak apa aja aku belum pernah liat malah disuruh rebutan. Btw petugas check in counternya kayak derby romero loh.
Pas nunggu di waiting room, Yogi sms kalo kita bayar ke bu santy pake SGD bukan USD. Yah misunderstut deh.. terpaksa tukerin di cengkareng aja ah. Btw berbagai cerita mengerikan tentang pengalaman pertama orang naik pesawat bikin deg degan. Tapi pas take off kok biasa – biasa aja y. Nyampe di jakarta untuk pertama kalinya jam 17.30. Tujuan selanjutnya lebak bulus. Nungguin damri lebak bulus..kayak nungguin bulus beneran.. lamanya. Setelah 1.5 jam datang juga bis ni....Sahabat terkutukku dah nunggu di lebak bulus. Dengan insting backpacker (hikiki), kutemui Iwan, cs. Berhubung cacingku dah teriak minta makan.. kita makan di foodcourt. Jam 21.30, kita nyampe di apartmen (lp namanya), kupikir wah iwan ternyata tinggal di apartemen. Setelah naik lift.. ternyata kita ke Inul Vista... OMG.... badanku patah2 disuruh karaoke.... Awalnya muales tp lm2 nagih...(bang iwan kpn2 lg y bang). Singkat kata... kepalaku ngrasain bantal br jam 1 malem.

Day Two -20 March 2009-

--Singapore, here we come---

Janjian ma Jiyi n Yogi jam 8 di Cengkareng. Tapi kenyataannya aq ma Iwan baru naik bis jam 7.45 dari lebak bulus. (maaf ya teman –teman.. piss yo). Nyampe di terminal 1C jam 9.30. Jiyi, Yogi, n Fadli dah menunggu dengan setia...Pas check in, petugasnya bilang kalo flightnya ditunda 1.5 jam. Berarti kita nunggu 3 jam dong.. Tp kabar baiknya Air Asia ngasih makan siang gratis... cihuy... ngirit. Wkwkkw. Kemudian terjadilah drama air asia... dari 13 anggota rombongan kagak ada yang duduknya bersebelahan.. Nyampe di batam (pertama kalinya) jam tengah 4. Habis nuker duit langsung naik taksi menuju pelabuhan tuk nyebrang ke singapore. Pas di imigrasi, batam memperawani paspor ku... Akhirnya cing.. pecah telur. Then, kita naik ferry (first time for me). Singapore here we are…..

Nyampe di MRT harbour front, aku amazed… WoW. Dasar pengen eksis.. semuanya to poto dulu di station harbour front tak terkecuali aku. Pas kita beranjak, habis nglewati pintu masuk.. aku ngrasa kok ada yang kurang y.. tp apa.. setelah berpikir keras akhirnya aku sadar .. BACKPACKq KETINGGALAN.. hehe.. makanya aku ngrasa kok badanku agak entengan. Singkat cerita aku minta tolong ama orang yang ada disitu buat ambilin tuh tas.. sebenarnya posisi tas ada didpnku tapi terhalang dengan otomatic door. Kata si eyang waktu ambil tas ku..”i can not guest what is in the bag.. it is so heavy” …baru tau pak..
Abis check in bentar di cozycorner, kita cari makan. Saatnya wisata kuliner.. penasaran kayak apa sih makanan singapore. Malem ni kita makan di “Tong Seng Restaurant”. Berhubung kgk terlalu lpr n kgk punya duit ..aku cuma mesen es teh.

“One ice tea, please”
”Ice tea.. es teh”
” Yes...”

Tak dinyana tak diduga, pesenanku datang dengan wujud yang berbeda yaitu ”es teh susu”.. hiks..hiks…Pahit banget.

Waktu tu Iwan makan tahu campur. Krn pedes aku gak bisa ganggu..Bu santy makan chicken rice.. krn sungkan aku gak berani ganggu… Bang Fadli makan laksa..karena tampilannya gak menyakinkan, aku gak sudi ganggu..
Abis makan jalan-jalan ke bugis market.. Survey harga souvenir yang murah. Rata2 3 for $10, atau 4 for $10, kalo beruntung bisa dapet 5 for 10$. Efek psikologisnya sih sama kayak 10rb dpt 3 tapi kalo di kurs-in jadinya 80.000 dapet 3. Hua..hua..hiks..hiks. satunya kan berarti hampir 30.000. Puyeng aq…
Bis tu naik, MRT ke Clarke Quay. First impression ..colorful. Banyak sudut yang bisa buat foto tapi kurang cahaya dikit.

at bridge at clark quay
Jd hasilnya agak gelap. Di kawasan Clarke Quay, ada salah satu niteclub.. yang antri bejibun.. tapi rata rata dari daratan eropa n amerika. Pas kita istirahat di dpn club itu, ada drama terjadi.. seorang pria direbutin 2 perempuan. Wah kayak nonton dawson’s creek. Everything is just so dramatic. Kita nonton satu babak penuh. Kawasan ini kayaknya jadi tempat hiburan ekspatriat di akhir pekan. Jam 12 balik ke hotel… berhubung kata bu santy, bugis street bagus kl difoto pagi – pagi.. jiyi n aq berencana hunting foto jam 7 pagi..

Day Three – 21 March 2009--

---Perjuangan dimulai---

Rencana awal berantakan, jiyi tak terlihat batang hidungnya. Abis sarapan di hostel, perjalanan dimulai. Tujuan pertama Merlion Park, itu tu patung singa ikan, ikon singapore. Kalo belum foto disini belum dianggap ke singapore. Di salah satu sudut taman ada seorang seniman lg dikrubutin turis jepang. Dengan rasa penasaran yang memuncak.. ku mendekatinya.. Pas turis jepang pergi, aku coba ajak ngobrol

siap kapten ohara....

“Hi, what did you do?”
“ ha…he” (wajah bingung.. kepala geleng – geleng). “No..no..”
(dengan rasa bingung, mencoba membangun hipotesis yaitu si eyang kgk bisa bahasa Inggris. Mulailah kusebutkan negara didunia yang aku tau satu persatu), “China..Mandarin..Korea...
Singapore…Malay..”
(Tambah bingung) “No… no..no”
(hipotesis kedua, berhubung wajah mirip ohara dan turis tadi dr jepang, pasti asalnya jepang) “Japan,...Jepang....Nipon...Nihongo”
“Si Seniman : Menggeleng lebih keras ...”
Akhirnya ku putus asa dan melenggang pergi.

Setelah 100 sesi pemotretan selesai, beranjaklah kita menuju orchard park. Disitu ada surga belanja.. berhubung daku cuma bw duit pas pasan jadinya neraka belanja. Aq ma iwan misah.. kita mo ngeksplore jiwa petualangan kita. Paling kalo tersesat ya disitu situ aja. ya gak wan...Tujuan utamaku di orchard adalah kinokuniya... one stop book store... pertama masuk, kok kecil y.. lama lama besar banget..ada dua buku yang aku idam2kan..”biography of eminem ama political view of japan”.. Totally 92 SGD.. waduh.... gaji nyapu sebulan tuh...
Trus rombongan cari makan di asian foodcourt di lucky plaza. Lapar... kita makan nasi padang... maklum dari pada gak kemakan cari yang aman aman aja...

Still in orchard

Kalo di nasi padang yang jualan pake bahasa indonesia, kla kalo yang jualan minum orang China.. Waduh...
Pas pesen ice tea... berhasil...satu gelas 1.5 SGD to rp. 12.000, pas liat bentuknya kaya es teh normal pas dirasain kok puaitnya minta ampun...Gagal maning gagal maning.
Dari Orchard, kita balik lagi ke hostel tapi mampir dulu ke bugis street ame bu santy. Rencananya mo beli jam Doraemon buat ponakan. Tapi habis diitung-itung terlalu mahal. IDR 40.000. Trus akhirnya kita berburu durian.. satu box kecil harganya $12 tapi disalah satu sudut ada yang dijual $2. Cihuy... asik..
Kalo beli 3 $5 . Aku beli 2, bu santy 2. Punyaku yang satu tak kasih ke cowok2 trus aku makan 1 kotak alone...jadinya mabok durian. Eh ternyata bu Santy makan 2 alone.. jadinya gila durian. Piss bu...

Next destination is Little India. Di kawasan ini aku liat drama India. Berasa nonton Kuch kuch hotta hai. First stop is eat... Saatnya cobain makanan India. Karena porsinya banyak dan duit kita tipis, aku, jiyi, n iwan pesen 2 menu yaitu nasi ayam kuah ama roti khas India.. Plus 3 ES TEH. Btw for your info, ni aku yang ngebosi lho.. Tapi tak lama setelah itu, iwan ma jiyi langsung aku terror buat bayar. Tak kurang dari 4.85 (Empat dolar delapan puluh lima sen). Back to ice tea.. guess what “Si Es the Susu dateng lagi” Hiks hiks… Sejak saat itu jiyi ma aq bertekad menyelesaikan satu misi…minum Es The Manis di Singapura..

Habis makan, a public phone grabbed my attention.. telpon kampung ah..
“Halo” “halo bu” “loh, arum. Telepon darimana?” ”dari singapura (dengan penuh kebanggaan).. eh bu.. uang saku ku abis lho..” lalu terdengar bunyi tut tut tut... hiks..mati teleponnya. Belum sempet bilang minta duit.
Liat aku cukup sukses.. iwan bernapsu mencoba. 50 cen pencet tat tit tut.. kagak bisa n uangnya ketelen. Dasar tu anak.. telpon umum aja dendam, apa lagi aku..hikiki sukurin..

Tujuan utama di little india is coklat. Kata orang ini surganya beli coklat. Di tempat inilah kemampuanku yang sebenarnya diuji. Btw pas masuk aku liat plastik panjang digantung dkt pintu. Ternyata itu bungkus buat payung yg basah. I really amaze how they really pay attention to small thing. Awalnya aku ma Iwan bedua cari coklat buat oleh –olehnya dia. Katanya oleh - oleh buat si A, si B, anaknya si C, temennya si D, cucunya si E… Banyak bener nih bang..Trus kata iwan, bosnya nitip teh tarik. Di satu rak ada macem – macem teh tarik ma teh susu with various price.

Ujian pertama dimulai

“Us.. kalo teh ini isi 20 plus bonus 5 harganya 10 dolar, trus yang ni isi 30 harganya 12 dolar murah yang mana……per bungkusnya..”
Otakku tertantang dan muncul jawaban yang B…satu bungkus 3200 perak.

Ujian ke dua :
“Us..tanyain ama yang jaga bedanya teh tarik ama teh susu apan?”
Haduuuuuh… nyaliku berbicara. Celingak celinguk ternyata yang jaga bapak bapak India agak tua..
“I want to….”
Lagi bilang I want to… dia dah nyaut “nehi…nehi”. Ternyata nih orang kagak bisa ngomong English.
Yang jaga satunya malah nganter aku ke rak yang tadi sambil nunjukin ”this is teh susu.. this is teh tarik”. Yah kalo itu mah dah tau dari tadi pak..

Trus akhirnya jiyi gabung dalam diskusi matematika yang amat serius selama 2 jam lebih. Otakku lama lama agak korslet. Alhasil iwan ma jiyi cm beli dikit. Dasar iwan......buat anak-anaknya boz ja pelit. Dasar Jiyi...buat calon mertua ja pelit... Dasar Arum....buat diri sendiri aja pelit.

Karena gejolak darah muda, aq, little arum, jiyi, fadli ama iwan memutuskan jalan kaki. Perasaan aneh sama ketika ketinggalan tas terasa. Setelah kuingat-ingat. Ternyata kunci kamar hostel aq yang bawa (maapin aku ya... kety..mam santy....mbak tri. Luph u muah)

eh bis nya lewat....


Berdasar peta ruwet yang aku ambil di mustofa centre, kita susurin jalanan singapura. Berhubung dua orang yang paling narsis ikut nyampenya jadi lama. Poto mulu...

Nyampe di hostel, makan malam murtabak, mie gelas n milo... mak sruput.. yummie..

Day 4 -22 march 2009—


---- Collective Stupidity ---

Hari ini ke 3 tempat. Chinese Garden, Kampong Glam ama Sentosa Island.

Kali ini perjalanan naik MRTnya cukup lama, ½ jam dari bugis (dkt hostel). Pas di MRT terjadi drama taiwan, berasa nonton Meteor Garden. Hikiki. Adegan Dao Ming Tze ama Sanchai dalam bis. Lomantis na.........

Nyampe Chinese Garden to poto deh. Di sini ternyata juga ada Japanese Garden. Tapi pas kita ke sana, baru direnovasi. Hiks..hiks.. Rombongan pada misah sendiri-sendiri. Aq keliling ama Iwan n Jiyi. Bener – bener kayak rombongan orang gila. Miss u guys....

3 must kenthir lg pada gila cemua...
3 must kenthir in action

Gara – gara yang lain dah BT nungguin kita, kita ditinggal rombongan. Berhubung aq pinter jadi kagak panik (apa coba hubungannya... ). Pas naik MRT kali ini, aku liat sandiwara drama alias ketoprak, pemerannya 4 TKW (dibaca pahlawan devisa) semlohai dari Jawa dan Iwan yang asli Jawa. Adegannya obrolan si Iwan dan para TKW tentang hal – hal unik. Majikan, anak majikan, gaji, pacar... haduh...Kali ini judulnya ”Penyamun di Sarang Perawan”.

Tujuan ke dua yaitu kampong glam. Kawasan ini adalah kawasan muslim. Aq yang masih dengan Iwan dan Jiyi berjuang menemukan kawasan ini. Disinilah kebodohan kolektif episode pertama dimulai. Dengan bekal peta yang seadanya, otak juga seadanya, kita coba menerka di mana letaknya. Setelah beberapa lama, aku liat ada babe2 pake peci. Dengan rasa putus asa aku tanya
”Sorry Sir, Where is Kampong Glam”
”Oh, That way.. on the second traffic light you go right”

Eh udah ijo y....


Setelah itu kita jalan nglewatin Jl.Arab, Jl. Pisang, Jl. Pinang, Jl.Klapa, Pokonya semua buah-buahan. Akhirnya putus asa, sms bu Santy. Trus beliau bilang kita di jalan Pisang dpn masjid lg makan. Hadawww ......... dasar bodoh..

es teh... T O ice.... luar biasa


Btw pas makan di sinilah kita dapet es teh manis. Awalnya kita bilang ice tea, trus pas kita bilang with sugar only dia bilang Tea O Ice. Mission accomplished. Jadi kalo mo beli es teh bilang Tea O Ice jangan Ice tea. Nanti bisa – bisa dapet es teh tarik lagi.

Next destination is Sentosa island. Awalnya not much to expect. Soalnya setiap wahana rata – rata 8-10 dolar atau 60-80 rb. Hiks..hiks. Tapi pas kita ditawarin nonton song of the sea, mulai pikir2. 60 rb Cuma buat nonton air mancur. Haduh... Tapi gara – gara yang lain ikut, aku juga ikutan deh.. Sebelum nonton pertunjukan, kita keliling sentosa island dulu. Pertama to poto mama merlion raksasa, bis tu nyoba monorail sentosa island yang rutenya masuk vivo city (kota di dalam gedung). Pertunjukan sekitar jam 8 kurang. Tapi kita jam 7 dah antri buat masuk. Duduk manis, liat pemandangan memukau.. laut luas membentang.. matahari pelan pelan balik ke peraduan. Best sunset ever. First five minute.. nothing special. Hanya drama dengan system dubbing.. tapi habis itu… S.P.E.E.C.H.L.E.S.S. What a great show. 8 dolar terbayar lunas. (kl aq sih masih utang iwan …hehehe). Kapan – kapan aku ulas deh..sekalian aku bandingin ama sendratari Ramayana yang rencananya nonton bulan Mei besok pas purnama. Cihui…

Dari Sentosa balik hotel. Tapi seperti biasanya Jiyi, Iwan, Aq dapet tugas maha penting. Mindah data MMC ke hard disk. Setelah menemukan internet café, kita colokin deh satu persatu MMCnya.
Jiyi tanya ”tadi ada berapa y”
”waduh aku gak tau. Coba deh diitung kameranya”
”Iwan, aq, Kety, Mb. Tri, Bu Santy, Little Arum, Bang Fadli. 7.”
”Loh kok Cuma 6. yang paling kecil punyanya mbak Tri mana?”
Alhasil kita obok – obok tuh warnet. Panik semua. Bayangin aja kalo sampe ilang kan berarti pose manis mbak Tri 3 hari di Singapura lenyap begitu saja.
Setelah cukup lama, sms sana sms sini. Ternyata MMCnya ada di bawah monitor depan ku. Hehehe. Ini yang kuanggap kebodohan kolektif episode 2. Sorry guys.. kan nyarinya bareng – bareng.

Day 5 --23 March 2009--

---Too Much To Handle –

Setelah diitung – itung .. oleh – olehku kurang. Teringat iwan punya gantungan kunci bejibun, aku beranikan diri tuk beli dari dia aja. Tapi tak dinyana tak diduga.. dia gak mau ngasih. Cebel.. akhirnya pas yang lain check out, kita mampir ke bugis market dulu, nyari gantungan kunci. Janjian ma yang lain di bugis junction. Pas duduk situ, Iwan dpt sms dari bu santy yang katanya mereka dah naik MRT. Hiks..hiks ditinggal lagi. Dengan tas seberat 15 kilo, dompet tangan kiri dan es cincau tangan kanan, aku lari ma iwan. Pertanyaan muncul.. kita naik yang mana. Tapi berhubung aku pintar (wkwkkw), n speculative, diputuskan naik jurasan otram park trus ganti MRT yang ke harbour front. Pas nyampe di harbour front.. ternyata mereka masih terlihat. Ooo kita gak gitu jauh y... Naik Ferry dari singapura jam 12 nyampe batam jam 12. hehe.. Nyampe di Batam, another drama.. Kety gak boleh lewat imigrasi n harus balik ke Singapore. Kasian kety... tapi denger2 berakhir bahagia y ket..

Next drama.. waktu check in, hampir aja telat. Jurus silat lidah madam ambassador diluncurkan. Akhirnya kita bisa check-in. Drama air asia jilid 2 terjadi. Tapi kali ini agak deket.. jiyi duduk depan aku, yogi baris sebelah aku, iwan dua baris depan yogi.

Pas mo nyampe Jakarta another drama took place. Langit begitu hitam, petir menyambar.. Ih..serem. Pesawat bergetar keras. Atut…. Tapi akhirnya berhasil landing.. Nyampe di Cengkareng jam 3, Mbak Tri langsung misah. Bis tu kita cari makan dulu di KFC terminal 1C. Dibayarin iwan lagi.. jadi gak enak nih. Wkwkwk. Jam 5an, Jiyi pulang. Jam 6, rombongan semarang (Bu Santy, Little Arum’s Fam, Mb SIti n Husband) pulang. Tinggallah aku ama Iwan, FAdli, n Yogi. Jam 8 Iwan ma Fadli pulang n aku ke terminal 2 buat nuker duit, Yogi nunggu jemputan di terminal 1C). Disitulah dimulai pertualanganku menaklukan Soekarno-Hatta.

nasi ayam.. pedes cuy...