Dreamy Backpacker: INSPIRASIKU

Tampilkan postingan dengan label INSPIRASIKU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INSPIRASIKU. Tampilkan semua postingan

30/05/15

Dia Yang Memanggilku Enthung


Banyak orang selalu menanyakan mengapa aku suka jalan – jalan, apakah aku tidak lelah. Bukan jalan – jalan yang aku sukai tapi melakukan perjalanan. Dalam perjalanan, aku merasa ditempa sebagai manusia. Melatihku dalam mengenal banyak orang, berempati, berbagi, dan merasakan, tapi yang paling penting adalah mengenal diri sendiri. Selalu bertumbuh.

12/07/10

Layang - Layang, ah kecil...........


-->
---11 Juli 2010 14:30---
HP ku yang jelek ini bordering…..tralala trilili..
Teman di ujung sana, “Hallo”
“Iya”, jawabku males-malesan
“Ke Monas yuks”,
“Ngapain?”, sambil liat matahari yang terik
“Liat layang-layang”, jawabnya
“Hayuks”, langsung bangkit dan bersiap-siap.
Berhubung aku maniak jalan – jalan, semua urat sarafku dan darahku langsung bergejolak. Mari berangkat horey….
Maka sampailah aku di simbol kota Jakarta. Kata orang, kalo belum ke Monas belum ke Jakarta. Di sini, kita janjian ama temen – temen yang lain. Janji bertemu di patung 4 orang. Dari pintu masuk bingung mo ke kanan apa ke kiri. Temenku bilang, “aku dah pernah liat kok. Kita ke kanan”. Udah jalan cukup jauh, mulai ada pertanda adanya patung. Setelah didekati dan dihitung, tenyata patungnya cuma ada 3. HADUH. Dasar bocah gemblung, padahal aku dah feeling belok kiri lho tadi. Setelah beberapa lama, akhirnya ketemu. Setelah jalan sebentar, kita duduk duduk di bawah patung 4 orang tadi (yang setelah kuteliti dan telaah, ternyata jumlahnya ada 5 orang). Wida..wida.. ngitung gitu aja salah…
Setelah duduk bengong cukup lama, aku mutusin buat jalan-jalan sendiri liat indahnya Jakarta di waktu sore dengan langit penuh layang – layang warna warni. Masak udah jauh-jauh cuman bengong.
Pas jalan-jalan aku menyadari, banyak cinta dan suka cita disekelilingku. Di suatu sudut kulihat ada serombongan gadis malu malu kenalan dengan seorang laki-laki. Di sudut yang lain, ada seorang ayah yang dengan sabar mengajari anaknya belajar menerbangkan layangan untuk pertama kalinya. Disana sini kulihat muda mudi merajut cinta.
“Anak SMP”, komentar temenku.
Dari celetukannya, aku malah bayangin, emang waktu SMP aku kayak gitu ya. Kayaknya nggak. Maksudku gak gitu – gitu banget. J
Melihat kegembiraan anak-anak main layang-layang, akhirnya aku putusin tuk beli satu. Lumayan juga harganya, yang besar Rp.5000 sedangkan yang kecil Rp.2000. Padahal kalau di kampungku harganya Rp.500. Akhirnya aku beli yang kecil. Dengan modal nekat dan tidak ada pengalaman sedikitpun, akhirnya aku coba menerbangkannya. Dengan PD nya aku tarik ulur tarik ulur., semua jurus dikerahkan dan akhirnya.. huts….GAGAL… Karena malu, aku balik ke patung 4 orang tadi. Di situ kembali ku coba peruntunganku dan akhirnya ……….BERHASIL. Hip Hip Hurey. Inilah pertama kalinya dalam hidupku aku bisa menerbangkan layang-layang. Suatu pencapaian yang luar biasa. Rasanya sama ketika aku berhasil menyalakan korek api pertama kali ketika kelas 6 SD. Bangganya… Tak disangka ya, sangat mudah membuatku bahagia.
Setelah layang – layangku yang super imut berhasil lepas landas dengan cantiknya, aku coba terbangkan layang – layang punya Wida. Hip… tarik.. hip… ulur.. sepenuh hati ku tarik dan ulur benang itu. Ternyata aku memang berbakat. Hohoho. Karena terlalu percaya diri, tak sadar benangnya lepas. Dan aku hanya bisa memandang penuh haru. Dengan mata berkaca-kaca, aku minta maaf.
Waktu dah menunjukkan jam 5 sore. Time to come home. Makasih teman- teman, kapan – kapan lagi ya.
NB: Layang-layang imutku nyampe rumah hancur, sepertinya kualat ama kejadian sore tadi. T_T

09/07/10

It's started with a YUME

YUME--mimpi---

Aku bisa menemukan sejuta petuah tentang mimpi."gapailah mimpimu", "mermimpilah karena itu kau hidup". "mimpi... mimpi...mimpi..."

Aku bisa membuat sejuta daftar mimpi.. "aku ingin ke Jepang", "aku bermimpi memiliki keluarga kecil yang bahagia", "aku.. mimpi...aku...."

Semua orang pasti bermimpi ketika tidur dan sebagian besar ketika membuka mata, mimpi-mimpi mereka kembali terlelap. Tapi sebagian kecil terbangun, membuka mata dan masih berani melanjutkan mimpi mereka di dunia nyata, salah satunya adalah aku.

Ketika masih kecil, ku bercita-cita menjadi seorang penasihat perkawinan yang pandai melukis. Nenekku ingin aku menjadi dokter dan beliau sering memanggilku "Bu dokter Arum Apriliyana". Cita-citaku bagai ironi dalam masa remajaku. Perkawinan orang terdekatku hampir hancur dan ku tak punya sedikitpun bakat melukis.

Menjalani masa remajaku dengan pencarian jati diriku. Ketika usia menginjak 18 tahun, aku bertemu para sahabatku yang membawa ku ke dunia mimpi.

  • Umur 25 tahun kita akan pergi ke Bali

  • Umur 30 tahun, kita akan ke Bunaken

Di saat itulah aku menemukan "AKU"

Tapi entah mengapa ketika kuliah aku kehilangan diriku. Mungkin karena setiap orang menyuntikkan suntikan pesimisme dosis tinggi sesaat setelah aku mulai menghidupkan mimpi-mimpiku.

AKu : "Aku ingin ke Jepang"
Mereka : "jangan mimpi terlalu tinggi"

AKu : "Aku ingin punya laptop"
Mereka : " kalo udah punya gaji 2 juta, baru boleh bermimpi"

AKu : "Aku ingin traveling"
Mereka : "emang kamu punya uang" "kamu sudah dewasa, jangan bertingkah kayak anak-anak"

Belum lagi cercaan, sindiran, tawa sinis,jutaan tetes air mata demi mimpi mimpiku.

Satu tahun yang lalu tepat di bulan ini aku menemukan pahlawan, saudara-saudaraku di TFT (Travelersfortravelers.com) yang membuat segalanya terasa teraih.

Tak terasa satu tahun telah beralu, kini aku telah.........
  • Menjelajahi sudut - sudut kota Wonogiri

  • Mempunyai laptop secara gratis tanpa membebani siapapun

  • Berjumpa dan mendengar mimpi- mimpi orang -orang luar biasa

  • Berjalan di Lautan pasir di kaki gunung Bromo di bawah jutaan bintang

  • Mabok durian di negeri Singa

  • Tidur di bangku Bandara Soekarno Hatta

  • Tersesat berkali-kali di kesemrawutan Jakarta

  • Membelah kabut bersama para ninja di dinginnya Dieng

  • Hampir mati tenggelam di lautan Karimunjawa


Walaupun sampai sekarang tubuhku masih kurus kering, tapi mimpi mimpiku semakin tumbuh subur.

Here I am now " A Tiny woman with a HUGE dream" --

Thanks all.. ini adalah satu tahun yang sangat berarti karena kalian membuatku menemukan apa yang benar-benar aku mau...

---to be continued--

Orchard park here we are....
Pendekar wanita candra dimuka
tempat tidurku.
karimunku......
dieng
telaga warna